POJOKSATU.id – Indonesia memang bukan daerah pembentuk siklon tropis.
Namun sejarah menunjukkan negeri ini berkali-kali merasakan dampak badai yang terbentuk di sekitar Samudra Hindia.
Dalam dua dekade terakhir, setidaknya ada beberapa siklon yang tercatat paling dahsyat.
Karena memicu bencana besar banjir bandang, longsor, hingga gelombang tinggi yang melumpuhkan wilayah pesisir.
Berikut deretan siklon besar yang pernah mengguncang Indonesia berdasarkan data BMKG, BNPB, serta laporan media kredibel nasional dan internasional.
Siklon Seroja 2021: Salah Satu yang Paling Mematikan
Baca Juga: Gaji PPPK BGN 2025 Tertinggi Tembus Rp7 Juta, Terendah Dapat Berapa?
Awal April 2021 menjadi salah satu masa paling kelam bagi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Siklon Tropis Seroja, yang terbentuk di selatan NTT, memicu hujan ekstrem tanpa henti, banjir bandang, dan longsor di Flores Timur, Lembata, hingga Alor.
Menurut laporan BNPB dan liputan internasional seperti The Guardian.
Jumlah korban meninggal mencapai lebih dari 130 orang di Indonesia dan Timor Leste.
Ribuan rumah hancur, puluhan ribu warga terpaksa mengungsi, dan akses jalan menuju lokasi terdampak sempat terputus akibat material longsor.
BMKG menjelaskan bahwa Seroja berkembang dari bibit siklon yang kemudian meningkat intensitasnya sebelum bergerak menjauhi daratan.
Walau pusat siklon berada di laut, efek ekornya sangat destruktif.
Seroja menjadi pengingat bahwa Indonesia kini semakin rentan terhadap gangguan atmosfer ekstrem.
Siklon Cempaka 2017: Badai yang Melumpuhkan Jawa dalam Sehari
November 2017, Siklon Cempaka muncul sangat dekat dengan pesisir selatan Jawa.
Meski tidak mendarat, sistem ini menciptakan curah hujan ekstrem yang menyebabkan banjir besar di Yogyakarta, Pacitan, Gunungkidul, dan sebagian Jawa Tengah.
BNPB mencatat lebih dari belasan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur yang signifikan.
Beberapa daerah terisolasi akibat jembatan putus dan tanah longsor.
Baca Juga: Indonesia Dikepung 3 Siklon! Geger Nasional, BMKG Warning Cuaca Ekstrem Bisa Meledak Kapan Saja
Studi ilmiah yang dirilis melalui jurnal meteorologi BMKG mencatat bahwa Cempaka memicu salah satu hujan tertinggi dalam satu hari di wilayah DIY.
Efek badai ini terasa nyata bandara sempat ditutup, aktivitas ekonomi terganggu, dan ribuan rumah terendam.
Cempaka menunjukkan bahwa badai tak perlu menjejakkan kaki di darat untuk membuat Jawa lumpuh.
Siklon Anggrek 2010: Badai yang Memecah ‘Keheningan’ Atmosfer Indonesia
Pada 2010, Siklon Anggrek menjadi salah satu siklon pertama yang dipantau secara intens oleh BMKG sebagai sistem yang memengaruhi cuaca Indonesia.
Meski tidak menimbulkan korban sebanyak Seroja atau Cempaka, Anggrek menghasilkan gelombang tinggi hingga 5 meter dan angin kencang di selatan Jawa–Nusa Tenggara.
Aktivitas pelayaran terganggu, dan sejumlah wilayah pesisir dilaporkan mengalami banjir rob.
Anggrek menjadi penanda bahwa wilayah Indonesia sudah mulai lebih sering tersentuh anomali atmosfer yang sebelumnya jarang terjadi.
Siklon Bakung 2014: Gelombang Raksasa yang Menghantam Laut Selatan
Baca Juga: Indonesia Dikepung 3 Siklon! Geger Nasional, BMKG Warning Cuaca Ekstrem Bisa Meledak Kapan Saja
Akhir 2014, Siklon Tropis Bakung terbentuk di selatan Jawa.
BMKG mencatat gelombang tinggi antara 4–6 meter di selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.
Badai ini tidak menyebabkan kerusakan daratan sebesar Seroja, tetapi efeknya pada jalur laut dan perikanan sangat signifikan.
Beberapa dermaga mengalami kerusakan, kapal nelayan tak bisa melaut, dan sejumlah daerah pesisir merasakan banjir akibat gelombang pasang.
Bakung adalah contoh badai yang lebih merusak sektor maritim dibandingkan daratan.
Fenomena yang Makin Sering Terulang
BMKG menyatakan bahwa pemanasan laut dan dinamika atmosfer global membuat gangguan siklon makin sering terdeteksi di sekitar Indonesia.
Walau tidak semua berubah menjadi badai besar, kejadian-kejadian seperti Seroja dan Cempaka menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi berada di luar ancaman siklon tropis.***




