POJOKSATU.id - Perombakan kabinet sepanjang 2025 meninggalkan jejak perubahan besar di tubuh pemerintahan. 

Dalam dua gelombang reshuffle Februari dan September sejumlah nama penting resmi dicopot dari jabatannya.

Pemerintah menyebut evaluasi kinerja sebagai alasan utama, sementara sejumlah analis menilai pergantian ini juga menyentuh aspek politik, konsolidasi kekuasaan, hingga respons atas dinamika ekonomi global.

Baca Juga: Rangkaian Teror Menerpa Selebgram DJ Donny, Rumah Dibom Molotov Rabu Dinihari Berujung Lapor Polisi

Deretan menteri yang diganti bukan nama sembarangan.

Mereka adalah figur yang pernah memegang kendali atas sektor-sektor strategis keuangan, politik keamanan, koperasi, olahraga, perlindungan pekerja migran, hingga pendidikan tinggi dan riset.

Berikut daftar lengkap nama-nama yang diberhentikan beserta konteks pemberhentiannya berdasarkan laporan media kredibel serta keterangan resmi pemerintah.

Baca Juga: 3 Manajer Investasi dengan Reksadana Pasar Saham Terbaik

 

1. Sri Mulyani Indrawati – Menteri Keuangan

Pencopotan Sri Mulyani menjadi sorotan terbesar dalam reshuffle 2025.

Keputusan Presiden melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai pengganti langsung memicu respons pasar internasional.

Baca Juga: Pakar Kepemiluan Nilai Keliru Wacana Pilkada via DPRD, Tolak Anggapan Praktik Korupsi Karena Langsung

Reuters melaporkan, pergantian ini diamati ketat oleh investor karena Sri Mulyani dikenal memiliki reputasi kuat dalam menjaga stabilitas fiskal.

Pemerintah tidak memberikan alasan rinci atas pemberhentiannya.

Namun evaluasi kebijakan anggaran dan kebutuhan penyesuaian strategi fiskal disebut menjadi salah satu pertimbangan.

 

2. Budi Gunawan – Menteri Koordinator Politik dan Keamanan

Posisi Menko Polkam termasuk kursi strategis yang ikut bergeser. Budi Gunawan resmi digantikan dalam gelombang reshuffle September.

Baca Juga: Rangkaian Teror Menerpa Selebgram DJ Donny, Rumah Dibom Molotov Rabu Dinihari Berujung Lapor Polisi

Pergantian ini dinilai sebagai upaya mempertegas arah koordinasi keamanan nasional.

Terutama setelah pemerintah mendorong konsolidasi di bidang penegakan hukum dan stabilitas kawasan.

Media politik nasional mencatat bahwa perombakan ini setidaknya menandai upaya penyegaran di lingkaran kementerian koordinator.

Baca Juga: Polsek Klari Siagakan 150 Personel Amankan Malam Tahun Baru 2026

 

3. Abdul Kadir Karding – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)

Karding menjadi salah satu nama yang dicopot bersamaan dengan perubahan struktur kementerian terkait pekerja migran. Ia digantikan oleh Muchtaruddin.

Pemerintah menegaskan bahwa kebutuhan penguatan perlindungan PMI di luar negeri menjadi fokus utama dalam evaluasi.

Baca Juga: Heboh! SBY Tersulut Isu Ijazah Jokowi, Andi Arief Bongkar Sebut Ini Fitnah 'Brutal' yang Seret Nama Pak SBY!

Sejumlah isu mengenai respons lambat terhadap kasus pekerja migran disebut menjadi bagian dari sorotan publik, meski pemerintah tidak menyampaikan alasan eksplisit.

 

4. Budi Arie Setiadi – Menteri Koperasi

Pergantian di sektor koperasi terjadi seiring adanya pergeseran arah kebijakan pemberdayaan ekonomi rakyat.

Baca Juga: 3 Manajer Investasi dengan Reksadana Pasar Saham Terbaik

Budi Arie digantikan oleh Ferry Joko Juliantono dalam pelantikan di Istana Negara.

Media arus utama menyebut reorganisasi kebijakan koperasi sebagai bagian dari strategi pemerintah mendorong penguatan UMKM dan digitalisasi layanan ekonomi.

 

5. Dito Ariotedjo – Menteri Pemuda dan Olahraga

Baca Juga: Heboh! SBY Tersulut Isu Ijazah Jokowi, Andi Arief Bongkar Sebut Ini Fitnah 'Brutal' yang Seret Nama Pak SBY!

Nama Dito Ariotedjo juga termasuk dalam deretan menteri yang tidak dipertahankan.

Pemerintah melakukan reposisi di sektor olahraga dengan dalih memperkuat tata kelola dan percepatan program pembinaan atlet.

Berbagai evaluasi terhadap prestasi internasional serta manajemen internal menjadikan kursi Menpora ikut digeser.

Baca Juga: Rangkaian Teror Menerpa Selebgram DJ Donny, Rumah Dibom Molotov Rabu Dinihari Berujung Lapor Polisi

 

6. Satryo Brodjonegoro – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Pergantian Satryo menjadi salah satu reshuffle paling awal pada 19 Februari 2025.

Ia digantikan oleh Brian Yuliarto setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap kinerja kementerian dalam percepatan riset, teknologi, dan transformasi pendidikan tinggi.

Baca Juga: Heboh! SBY Tersulut Isu Ijazah Jokowi, Andi Arief Bongkar Sebut Ini Fitnah 'Brutal' yang Seret Nama Pak SBY!

Media menyebut langkah ini sebagai sinyal pemerintah ingin mendorong industri inovasi lebih agresif.

Dari keseluruhan daftar, terlihat jelas bahwa reshuffle 2025 tidak sekadar pergantian rutin.

Pemerintah menargetkan konsolidasi lintas sektor dan percepatan eksekusi kebijakan.

Para menteri yang diberhentikan memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan, namun evaluasi berkala menjadi alasan utama yang disampaikan Istana.

Pergantian ini juga memunculkan wajah-wajah baru yang diharapkan memberi pendekatan berbeda terhadap tantangan nasional.

Dengan perubahan besar dalam dua gelombang reshuffle sekaligus, 2025 menjadi tahun penting dalam arah baru pemerintahan.***