POJOKSATU.id - Cawapres Prabowo Subianto hingga saat ini masih misteri kendati sejumlah nama disebut-sebut menjadi kandidat.
Dimungkinkan kandidat cawapres Prabowo Subianto bertambah, usai Demokrat memutuskan bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Sampai saat ini, setidaknya ada 4 nama mencuat jadi kandidat cawapres Prabowo Subianto. 3 dari parpol koalisi dan 1 lainnya di luar parpol koalisi.
3 nama tersebut yakni Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra dan Menteri BUMN Erick Thohir.
Sementara 1 nama lainnya yakni Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, yang tidak lain putra sulung Presiden Jokowi.
Akan tetapi peluang Gibran sangat kecil mengingat ia adalah kader PDIP dan terhambat soal aturan umur cawapres yang kini tengah berproses di Mahkamah Konstitusi (MK).
Baca Juga: Perjuangan Cinta dalam Rumah Tangga, Ini Sinopsis dan Link Nonton Film Pelangi Tanpa Warna
Pengamat Politik dari Lembaga Riset Publik (LRP) Muhammad Al-Fatih menyebut, ada 2 kriteria ideal jadi cawapres Prabowo.
Pertama, dia harus mampu menjalankan tugas sebagai wapres dan bisa membantu Prabowo dalam bekerja dan bernegara.
Kedua, dia juga sebaiknya berasal dari parpol koalisi untuk munculnya gesekan antara parpol pengusung maupun pendukung.
Baca Juga: Mantan Pembunuh Bayaran Ungkap Kasus Pembunuhan, Ini Sinopsis Film The Big 4
Maka yang paling ideal adalah memilih sosok dari parpol non parlemen yang bisa jadi 'jalan tengah' bagi seluruh parpol koalisi.
"Bacawapres jalan tengah itu ada pada Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra," kata Al-Fatih, Selasa 19 September 2023.
Menurutnya, ada beberapa alasan Yusril Ihza Mahendra bisa jadi alternatif pilihan bagi Prabowo.
Pertama, Yusril dapat dikatakan seorang negarawan, intelektual, dan politisi.
Baca Juga: Sinopsis Film Penyalin Cahaya, Membahas Isu Sosial di Kalangan Masyarakat
Pengalaman 3 kali menjabat sebagai menteri di 3 presiden berbeda, sudah cukup menggambarkan kemampuan Yusril.
"Kedudukan Yusril di partainya memang unik dalam sejarah kepartaian di Indonesia. Dia mempunyai kemiripan dengan Sutan Sjahrir, Perdana Menteri Pertama RI," ujarnya.
Kedua, Yusril adalah sosok yang bisa mewakili daerah-daerah luar Jawa. Dia Melayu campuran Minangkabau, lahir dan dibesarkan di Belitung.
Baca Juga: Link Nonton Film Jagat Arwah Full Movie Cek Disini! Perjalanan Misterius di Dua Dunia
Ketiga, Yusril juga dinilai sosok politisi Islam moderat yang diterima oleh semua golongan, modernis maupun tradisionalis.
Hal ini sangat penting sebagai simbol perekat persatuan dan kesatuan bangsa yang majemuk.
"Prabowo meskipun mempunyai ibu asal Manado, namun secara kultural lebih dianggap Jawa. Kombinasi Prabowo-Yusril ibarat dwi-tunggal Soekarno-Hatta," ujarnya.
Baca Juga: Swasta Diminta Rogoh Kocek, APBN Tak Sanggup Biayai Hunian ASN di IKN!
Keempat, kakek Yusril adalah ulama NU kultural. Sementara ayahnya adalah Masyumi.
Karena itu, Yusril sangat akrab dengan NU maupun Muhammadiyah.
"Maka, tidak heran jika Yusril akrab dengan keluarga Hadratusyeikh Hasyim Asy'ari sejak Pak Ud, Gus Dur, dan Gus Solah," terangnya.***



