POJOKSATU.id - Penyidikan Densus 88 Antiteror Polri terhadap para tersangka tindak pidana terorisme menemukan fakta baru.

Sebagian tersangka diduga mengikuti sejumlah kegiatan pelatihan yang berkaitan dengan aktivitas militansi.

Pelatihan tersebut bukan hanya berupa kegiatan fisik.

Penyidik juga menemukan dugaan latihan menembak yang dilakukan oleh sebagian tersangka.

Baca Juga: Pencarian Korban Kapal Virgo Transport 8 Berubah, Basarnas Fokus ke Permukaan

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Mayndra Eka Wardhana mengatakan temuan itu terungkap setelah aparat melakukan rangkaian penyidikan terhadap para tersangka.

"Dalam kegiatan penyidikan juga ditemukan dugaan adanya kegiatan pelatihan pada sebagian tersangka. Dari latihan fisik, menembak, serta kegiatan pelatihan lainnya yang terkait dengan aktivitas militansi terorisme," ujar Mayndra kepada wartawan, Minggu 4 Oktober 2026.

Penangkapan dan penegakan hukum terhadap para tersangka dilakukan secara serentak di enam provinsi.

Wilayah tersebut meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Riau, dan Maluku Utara.

Baca Juga: Polsek Baru

Densus 88 menyebut para tersangka diduga mempunyai keterkaitan dengan jaringan yang terafiliasi paham Daulah Islamiyah maupun jaringan terorisme lainnya.

"Para tersangka diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan yang terafiliasi paham Daulah Islamiyah serta jaringan terorisme lainnya," kata Mayndra.

Dalam operasi tersebut, sebanyak 11 tersangka yang diamankan masing-masing berinisial HN (43), SM alias NM (52), HA (45), YDKAP (22), Y (36), S (49), A (32), CG (29), MF (37), AF (26), dan MW (42).

Setelah penangkapan dilakukan, proses hukum tidak berhenti di sana.

Baca Juga: 164 Emas Memisahkan China dan Indonesia: Mengapa Jurang Prestasi Asian Games Begitu Lebar?

Penyidik melanjutkan pemeriksaan terhadap tersangka, saksi, serta berbagai barang bukti yang ditemukan.

"Setelah melaksanakan penangkapan, Densus 88 AT Polri melakukan rangkaian tindakan penyidikan, termasuk penggeledahan, penyitaan dan pemeriksaan barang bukti, pemeriksaan saksi dan tersangka, berdasarkan SOP yang ada," jelasnya.

Densus 88 memastikan penyidikan masih berjalan.

Aparat kini masih mendalami barang bukti sekaligus menelusuri kemungkinan hubungan para tersangka dengan individu ataupun jaringan terorisme lainnya.

Baca Juga: Mengirim 430 Atlet ke Jepang, Apa Hasil yang Didapat Indonesia di Asian Games 2026?

"Densus 88 AT Polri menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus berlangsung. Penyidik akan mendalami barang bukti yang ditemukan serta keterhubungan masing-masing tersangka dengan individu maupun jaringan lain," pungkasnya.***