POJOKSATU.ID- Setelah tadi terjadi demo besar-besaran yang dilakukan oleh para driver ojol, kini jalan yang dijadikan tempat unjuk rasa sudah kembali aktif.
Blokade dibuka oleh petugas Kepolisian sekitar pukul 18.05 WIB setelah massa aksi bubar sekitar pukul 17.50 WIB.
Pantauan di lokasi, puluhan petugas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta membersihkan sampah yang ditinggalkan massa aksi, mulai dari massa aksi bubar hingga blokade dibuka.
Dikutip dari antaranews, Sebelumnya, Direktur Pos dan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Ditjen PPI), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Gunawan Hutagalung menemui massa ojol di depan Kantor Kemenkominfo, pada Kamis pukul 17.20 WIB.
Baca Juga: Jadi Calon Bupati Bandung Barat, Begini Kilas Balik Karir, Prestasi, hingga Pencalonan Jeje Govinda
Gunawan menyebutkan bahwa Wamen Kominfo telah melakukan sejumlah koordinasi, khususnya dengan aplikator terkait tuntutan massa aksi, yakni mengenai revisi pasal di peraturan Kominfo Nomor 1 Tahun 2012 tentang Formula Tarif Layanan Pos Komersial.
"Pak Wamen juga sudah menerima masukan teman-teman dan Pak Wamen juga sedang berkoordinasi bagaimana menyelesaikannya sesegera mungkin ya," katanya.
Dikutip dari CNN Indonesia, ternyata Komunitas ojek online (ojol) yang tergabung di Korwil Jakarta Utara dan URC Jakarta Utara menyatakan tak ikut demo dan akan tetap beroperasi mengambil penumpang.
"Sampai hari ini, penghasilan kami masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dan keluarga, sehingga komunitas kami tidak mendukung adanya demo. Jadi kami fokus mencari nafkah untuk keluarga tercinta," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (29/8).
aksi unjuk rasa hari ini adalah bentuk protes dari para driver ojol karena tarif ojol yang tidak masuk akal. Tarif dan potongan dikatakan tidak adil bagi mereka para driver ojol.
Berikut adalah beberapa tuntutan yang disuarakan oleh para driver hari ini.
1. Persoalan mengenai tarif
2. Meminta pemerintah melegalkan pekerjaan driver online
3. Hapus program "layanan tarif hemat"
4. Penyeragaman tarif layanan pengantaran barang dan makanan disemua aplikator
5. Tolak promosi aplikator yang dibebankan kepada pendapatan mitra driver ***



