POJOKSATU.ID - Di tengah mahalnya harga bahan bakar dan meningkatnya polusi akibat limbah pertanian, Dedi Mulyadi kembali membuat gebrakan.
Mantan Bupati Purwakarta yang kini aktif menginisiasi berbagai program lingkungan itu melakukan uji coba pemanfaatan jerami sebagai bahan bakar alternatif.
Uji coba dilakukan di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (11/11/2025).
Baca Juga: Benarkah Ada Tekanan di Balik Kasus PLTU 1 Kalbar? Publik Ragukan Independensi Penegak Hukum
Tak sekadar wacana, Dedi menyalakan langsung mesin traktor yang dijalankan menggunakan bahan bakar hasil olahan limbah jerami.
Langkah ini sontak menarik perhatian banyak pihak, terutama kalangan petani dan pemerhati energi terbarukan.
Bagi banyak petani, jerami selama ini hanya dianggap sebagai limbah sisa panen.
Sebagian dibakar di lahan, sebagian lagi dibiarkan membusuk tanpa nilai ekonomi.
Namun Dedi melihat potensi besar di balik tumpukan jerami yang biasa terabaikan itu.
Menurutnya, jerami bisa diolah menjadi cairan bahan bakar serupa bio-solar yang dapat digunakan untuk menyalakan mesin diesel atau traktor.
Dengan begitu, petani tak lagi bergantung sepenuhnya pada bahan bakar fosil yang harganya kian melonjak.
Baca Juga: RUU ASN 2026 Jadi Momentum, PPPK Paruh Waktu Bisa Naik Status ke Penuh Waktu
Dalam uji coba tersebut, jerami dikeringkan terlebih dahulu sebelum diolah melalui proses fermentasi dan pemisahan gas.
Hasil akhirnya berupa cairan biofuel yang bisa digunakan sebagai pengganti solar.
Meski masih dalam tahap pengujian skala kecil, hasilnya cukup mengejutkan.
Mesin traktor bisa menyala dengan stabil tanpa penurunan performa yang berarti.
Baca Juga: Dapat Hadiah Rp300 Miliar? Hadiah Dari Purbaya Untuk Kota yang Sukses Lawan Stunting Tanpa Drama
Dedi Mulyadi bukan sosok baru dalam urusan inovasi ramah lingkungan.
Sebelumnya, ia pernah menggagas program Kampung Ramah Energi yang memanfaatkan limbah rumah tangga untuk pupuk organik.
Inovasi jerami sebagai bahan bakar ini disebutnya sebagai kelanjutan dari misi besar: membuat desa mandiri energi.
Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas penggunaan energi baru terbarukan (EBT) yang targetnya mencapai 25% dari total bauran energi nasional pada 2030.
Baca Juga: Tips Menulis Esai PPG Prajabatan 2025, Contoh, Struktur, dan Kesalahan Umum yang Harus Dihindari!
Selain mengurangi ketergantungan terhadap BBM, inovasi ini membuka peluang ekonomi baru.
Setiap hektar sawah mampu menghasilkan 3 hingga 5 ton jerami kering.
Jika diolah menjadi bahan bakar, limbah tersebut bisa memberikan nilai tambah signifikan bagi petani.
Baca Juga: Kunjungan ke Australia Dinilai Uji Pertama Politik Luar Negeri Prabowo
Uji coba jerami jadi bahan bakar di Subang menunjukkan bahwa solusi energi tak selalu datang dari teknologi mahal atau impor.
Kadang, jawabannya ada di sawah, di tangan petani sendiri.
Langkah Dedi Mulyadi ini bukan sekadar eksperimen, tapi sinyal kuat bahwa masa depan energi hijau bisa dimulai dari desa.
Dengan dukungan riset dan kebijakan yang tepat, jerami yang dulu dianggap limbah kini berpotensi jadi sumber daya strategis bagi Indonesia.***




