POJOKSATU.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi resmi mengeluarkan larangan penanaman kelapa sawit di seluruh wilayah Jawa Barat.

Kebijakan ini diambil menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak lingkungan, mulai dari bencana alam hingga krisis air bersih yang mulai dirasakan di sejumlah daerah.

Larangan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 187/PM.05.02.01/PEREK tentang Larangan Penanaman Kelapa Sawit di Wilayah Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga: Libur Sekolah Jadi Waktu Ideal Cek Dapodik, Ini Data Krusial yang Menentukan Tunjangan Guru 2026

Surat edaran itu ditetapkan di Bandung pada 29 Desember 2025 dan ditujukan kepada seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Barat.

Dedi Mulyadi mengungkapkan, keputusan ini bukanlah langkah yang diambil secara mendadak.

Enam bulan sebelumnya, ia mengaku telah menghentikan rencana penanaman kelapa sawit di kawasan lereng Gunung Ciremai, Kabupaten Cirebon, karena dinilai berpotensi merusak lingkungan.

Baca Juga: Tunjangan Direncanakan Cair Tiap Bulan, Tapi Data NIP, Pangkat, dan Masa Kerja Harus Valid, Guru ASN Wajib Cek Sekarang

“Enam bulan lalu ada rencana penanaman sawit di lereng Gunung Ciremai. Saya menghentikannya melalui bupati, meski waktu itu tidak saya sampaikan ke publik,” ujar Dedi dikutip pojoksatu.id dari kompas.com (31/12/2025).

Menurut Dedi, kawasan pegunungan dan daerah resapan air tidak semestinya dijadikan lahan perkebunan sawit.

Ia menilai, alih fungsi lahan di wilayah tersebut dapat memperparah risiko longsor, banjir, hingga menurunnya ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Baca Juga: Indonesia Masuk 20 Besar Negara Paling Aman, Kapolri Klaim Kepercayaan Publik ke Polri Naik Sepanjang 2025

Gubernur Jabar menegaskan bahwa perlindungan lingkungan harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah.

Ia menyebut sejumlah bencana yang terjadi belakangan ini menjadi peringatan serius akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

“Jawa Barat sudah merasakan dampak lingkungan. Kalau kita abai, bencana dan krisis air akan semakin sering terjadi,” tegasnya.

Baca Juga: Soroti Dugaan Penimbunan BBM Subsidi, Pertamina Regional JBB Periksa Transaksi dan CCTV SPBU Cipayung

Melalui surat edaran tersebut, Dedi meminta seluruh kepala daerah di Jawa Barat untuk tidak mengeluarkan izin baru terkait penanaman kelapa sawit.

Ia juga menginstruksikan agar pemerintah daerah melakukan pengawasan terhadap aktivitas perkebunan yang berpotensi merusak lingkungan.

Kebijakan ini sekaligus menegaskan arah pembangunan Jawa Barat yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga: Tak Lagi Andalkan Kementerian, Prabowo Siapkan Lembaga Khusus Badan Percepatan Perumahan

Dedi mendorong agar lahan pertanian dan kawasan hijau dimanfaatkan untuk komoditas yang lebih ramah lingkungan serta sesuai dengan karakter geografis daerah.

Larangan penanaman sawit di Jawa Barat ini pun menuai perhatian publik.

Sebagian kalangan menilai langkah tersebut sebagai keputusan berani untuk menjaga lingkungan, sementara pihak lain menyoroti dampaknya terhadap investasi sektor perkebunan.

Baca Juga: Akhir Tahun, TNI-Polri Perketat Pengamanan di Mega Mall Karawang

Namun, Dedi memastikan pemerintah daerah akan mencari solusi alternatif agar pembangunan ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan kelestarian alam.

Ia menegaskan bahwa kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan harus berjalan beriringan.***