POJOKSATU.ID- Selain banjir di Bogor, Gubernur Dedi Mulyadi juga menyoroti bencana pergeseran tanah di Kabupaten Tasikmalaya.
Sebanyak 92 kepala keluarga terdampak, dengan 55 rumah mengalami kerusakan berat serta dua sarana ibadah yang ikut terdampak.
Saat ini, 45 kepala keluarga mengungsi di kantor desa, sementara 43 lainnya memilih tinggal di rumah kerabat terdekat.
Baca Juga: Warga Desa Bojongkembar Hadiri Sosialisasi Program MBG
Untuk mengurangi risiko kejadian serupa, Gubernur mengusulkan perubahan desain hunian masyarakat dari rumah tembok ke rumah panggung. Seperti yang diterapkan di kampung-kampung adat.
“Rumah panggung dengan konstruksi yang tepat dapat lebih adaptif terhadap kondisi tanah yang labil. Selain itu, perlu dipastikan fasilitasnya tetap lengkap dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Dedi seperti dikutip
Saat ini, Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Sosial dan BPBD Jabar telah turun ke lokasi. Untuk memberikan bantuan logistik, termasuk air bersih dan toilet portabel.
“Kami memastikan kebutuhan warga terdampak. Terutama kebutuhan pokok untuk sahur dan buka puasa selama Ramadan, tetap terpenuhi,” tambahnya.
Gubernur juga berharap warga yang terdampak bersedia direlokasi ke lahan yang telah disiapkan oleh pemerintah desa. Demi keselamatan dan keberlangsungan hidup mereka. ***



