POJOKSATU.id, BANDUNG—Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menganggap dirinya lebih baik disebut Gubernur Konten. Dia lalu menyindir Gubernur lain yang suka molor dan ribet dengan protokoler.
Dari hasil ngonten di media sosial, Dedi Mulyadi mendapatkan uang miliaran dan suka membagi-bagikannya kepada warga Jabar.
Pada upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117 di Lapangan Gasibu, Bandung, Selasa 20 Mei 2025, Dedi kembali memberikan uang Rp25 juta kepada petugas upacara saat itu.
"Nanti ditanya lagi itu duit dari mana? Ladang ngonten. Saya selalu ditanya Pak Dedi duitnya dari mana? Ngonten," ujar Dedi Mulyadi dalam video yang dilansir dari YouTube Humas Jabar, Rabu (21/5).
Tak berhenti sampai di situ, Dedi melanjutkan ia juga kerap dicap sebagai gubernur konten tetapi bukan masalah bagi dirinya sebab bisa bermanfaat bagi masyarakat.
"Habis itu dimasalahin lagi, gubernur konten, lebih baik jadi gubernur konten punya duit diberikan kepada rakyat daripada gubernur molor, bener gak? Lebih baik gubernur konten dari pada gubernur protokoler, gubernur ingin dihargai, gubernur menghabiskan anggaran jalan-jalan ke luar negeri, teu hayang teuing aing (gak pengen saya)," kata Dedi disambut tepuk tangan para tamu yang hadir dalam Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2025 di Kota Bandung.
Siswa Barak Militer Petugas Upacara
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memamerkan kemampuan siswa program pendidikan karakter berbasis militer di Dodik Bela Negara Lembang, Bandung, menjadi petugas upacara di Harkitnas di Bandung, Selasa (20/5).
Diketahui, sebanyak 273 pelajar yang sebelumnya mengikuti program pendidikan karakter berbasis militer di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Lembang, ditunjuk sebagai petugas upacara.
Siswa barak militer ini adalah siswa-siswa yang dianggap nakal atau bandel di sekolah masing-masing.
"Barangkali bisa dilihat dari seluruh rakyat Jawa Barat karena ini transformasi melalui media televisi dan media digital. Yang menjadi petugas upacara hari ini bukan pasuan Paskibraka yang biasa kita pakai, tapi mereka adalah peserta didikan sekolah kebangsaan Dodik Lembang Rindam 3 Siliwangi," kata Dedi Mulyadi.***




