POJOKSATU.ID – Suasana rapat debottlenecking antara Kementerian Keuangan dan SKK Migas di Jakarta, Selasa (24/2), berlangsung cukup alot.

Namun di tengah tensi pembahasan yang memanas, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru mencairkan suasana dengan gaya bicaranya yang lugas dan spontan.

Rapat tersebut membahas berbagai hambatan investasi, termasuk permintaan dari investor asal Jepang, Inpex.

Baca Juga: Perjalanan Universitas Bale Bandung 'UNIBBA', Berawal dari Akademi Perkebunan hingga Jadi Kampus 7 Fakultas

Pembahasan yang menyangkut kepastian regulasi dan dukungan fiskal membuat diskusi berjalan dinamis.

Dalam salah satu momen, perdebatan antara Menkeu Purbaya dan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto berlangsung cukup tajam.

Namun alih-alih memicu ketegangan berkepanjangan, Purbaya justru melontarkan seloroh yang membuat peserta rapat tertawa.

Baca Juga: THR ASN 2026 Disiapkan Rp55 Triliun, Tunggu Pengumuman Resmi Presiden

“Lu jangan nyalahin-nyalahin gw terus,” ujar Purbaya dengan nada bercanda, dikutip dari youtube Kompas.com.

Ucapan tersebut langsung disambut tawa oleh peserta rapat yang hadir. Meski bernada santai, diskusi tetap berjalan serius dan fokus pada penyelesaian hambatan investasi migas.

Rapat debottlenecking sendiri bertujuan mencari solusi atas kendala yang dihadapi investor, khususnya dalam proyek-proyek strategis sektor energi.

Baca Juga: Min Hee Jin Tawarkan Damai ke HYBE, Rela Lepas Rp300 Miliar Demi Hentikan Sengketa dan Klaim Selamatkan NewJeans

Pemerintah berupaya memastikan iklim investasi tetap kompetitif dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.

Inpex sebagai salah satu investor besar asal Jepang disebut memiliki sejumlah permintaan dan catatan terkait dukungan pemerintah terhadap proyek yang dijalankan di Indonesia.

Hal inilah yang menjadi salah satu topik utama dalam rapat tersebut.

Perdebatan antara Kementerian Keuangan dan SKK Migas mencerminkan adanya perbedaan sudut pandang dalam mencari solusi terbaik.

Namun kedua belah pihak tetap berkomitmen menjaga komunikasi yang konstruktif.

Baca Juga: HEBOH! Isu Penutupan Minimarket Bikin Rakyat Geger, Mendes Akhirnya Buka Suara Soal Kopdes, Begini Penjelasannya

Menkeu Purbaya dikenal memiliki gaya komunikasi yang terbuka dan langsung pada inti persoalan. Dalam forum resmi sekalipun, ia kerap menyampaikan pandangan secara lugas namun tetap dalam koridor profesional.

Meski sempat terjadi perdebatan sengit, rapat ditutup dengan suasana lebih cair.

Para peserta tetap berfokus pada langkah konkret untuk mengurai hambatan investasi, terutama yang menyangkut aspek fiskal dan regulasi.

Baca Juga: Resmi! Presiden Prabowo Teken Keppres Cuti Bersama ASN 2026, Cek Jadwal Lengkapnya di Sini

Momentum ini menunjukkan bahwa dinamika dalam pembahasan kebijakan merupakan hal wajar.

Perbedaan pendapat justru menjadi bagian dari proses untuk menghasilkan keputusan yang lebih matang.

Pemerintah pun menegaskan komitmennya dalam mendukung investasi migas sebagai salah satu sektor strategis penopang perekonomian nasional.***