POJOKSATU.id, JAKARTA – David Latumahina sudah 7 hari tak sadarkan diri atau koma di RS Mayapada Jakarta. David anggota GP Ansor ini mengalami kondisi diffuse axonal injury.

David yang bernama lengkap Cristalino David Ozora Latumahina (17) ini dianiaya di Perumahan Green Permata, Ulujami, Pesanggrahan, Jaksel, Senin (20/2/2023).

Hingga Minggu (26/2/2023) David Latumahina belum juga sadarkan diri.

Paman korban, Rustam Hatala yang mendampingi orangtua David sejak hari pertama anaknya dirawat mengatakan hingga kini pihaknya terus memperhatikan kondisi David Ozora yang masih dirawat di ruang intensive care unit (ICU).

Keluarga hanya bisa memantau kondisi David dari luar ruangan. David yang sempat koma, saat ini masih dalam kondisi belum sadar meski sudah sempat memberikan respons gerak.

Baca Juga :

Sama-sama Mengadu, Usai Korban David Latumahina, Agnes Gracia Juga Ajukan Pengaduan ke KPAI

"Kondisi masih belum sadar. Setelah kemarin ada penanganan sempat merespon satu dua kali, tapi setelah itu biasa lagi," katanya kepada wartawan, Jumat (24/2/2023).

Apa Itu Diffuse Axonal Injury


Diffuse axonal injury (DAI) atau cedera aksonal difus merupakan jenis cedera otak traumatis (TBI).

Istilah ini menggambarkan cedera yang biasanya diakibatkan oleh trauma tumpul di kepala dan memengaruhi fungsi otak.

Penelitian menunjukkan bahwa ada lebih dari 64.000 kematian terkait TBI di Amerika Serikat pada tahun 2020.

Dikutip dari Medical News Today, DAI mengacu pada robekan serabut saraf yang dikenal sebagai akson.

Cedera ini biasanya terjadi akibat pergeseran otak yang cepat di dalam tengkorak, menyebabkan serabut saraf meregang dan robek.

Akson adalah bagian neuron yang panjang seperti benang yang menghantarkan impuls listrik. Serabut saraf ini bertanggung jawab untuk komunikasi antara sel-sel saraf.

Dengan demikian, kerusakan akson dapat mengganggu kemampuan mereka untuk berkomunikasi dan membantu mengkoordinasikan fungsi tubuh, yang dapat menyebabkan kecacatan yang parah.

DAI adalah penyebab paling umum dari koma, kecacatan, dan keadaan vegetatif persisten pada orang dengan TBI.

Secara klinis, pakar kesehatan mendefinisikan DAI sebagai kehilangan kesadaran yang berlangsung selama 6 jam atau lebih setelah cedera.

Ini juga dapat menyebabkan perubahan perilaku, sosial, fisik, dan kognitif pada seseorang yang mungkin bersifat sementara atau permanen. (ikror/pojoksatu)