POJOKSATU.id— Tragedi kecelakaan bus pariwisata di Exit Tol Krapyak yang menewaskan 15 orang kembali membuka ingatan publik pada rangkaian kecelakaan bus maut yang berulang di Indonesia.

Meski lokasi dan waktunya berbeda, sejumlah peristiwa besar menunjukkan benang merah yang sama, terjadi di jalur kritis, dalam waktu singkat, dan berujung duka mendalam.

 

Krapyak, Semarang: Benturan Tunggal yang Berujung Petaka

Baca Juga: Saat Bus Masuk Tikungan Krapyak Kronologi Kendaraan Oleng hingga Terguling

Kecelakaan bus pariwisata PO Cahaya Trans di Exit Tol Krapyak terjadi pada dini hari, saat lalu lintas relatif lengang. Bus tidak terlibat tabrakan dengan kendaraan lain.

Fakta yang dikonfirmasi aparat menyebut, kendaraan besar itu menghantam pembatas jalan di jalur keluar tol sebelum terguling.

Dalam hitungan detik, perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta berubah menjadi tragedi.

Baca Juga: Ternyata PPPK Paruh Waktu Bisa Daftar CPNS 2026, Ini Penjelasan Resmi Dari KemenPAN-RB

Evakuasi korban berlangsung berjam-jam karena banyak penumpang terjepit di dalam bus yang ringsek.

 

Tanjakan Emen, Subang: Tragedi Terburuk Bus Pariwisata

Indonesia pernah mencatat salah satu kecelakaan bus paling mematikan di Tanjakan Emen pada 2018.

Baca Juga: Inilah Dua Pilihan Nasib PPPK Paruh Waktu, Naik Jadi Penuh Waktu atau Kontrak Diperpanjang

Bus pariwisata yang melintas jalur menurun gagal mengendalikan laju dan menghantam kendaraan lain.

Sebanyak 27 orang meninggal dunia. Hasil investigasi resmi menyebut sistem pengereman tidak laik pakai.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras soal keselamatan bus di jalur wisata dengan kontur ekstrem.

Baca Juga: Saat Bus Masuk Tikungan Krapyak Kronologi Kendaraan Oleng hingga Terguling

 

Ciater Subang: Rombongan Pelajar Jadi Korban

Masih di wilayah Subang, kecelakaan bus yang membawa rombongan pelajar SMK pada 2021 kembali mengguncang publik.

Bus mengalami rem blong di jalur wisata Ciater yang menurun. Sebelas orang meninggal dunia.

Baca Juga: Ternyata PPPK Paruh Waktu Bisa Daftar CPNS 2026, Ini Penjelasan Resmi Dari KemenPAN-RB

Tragedi ini memunculkan sorotan tajam terhadap kelayakan armada bus pariwisata yang membawa penumpang dalam jumlah besar, khususnya di jalur pegunungan.

 

Guci, Tegal: Wisata yang Berakhir Duka

Awal 2023, kecelakaan bus pariwisata di kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal, menewaskan sembilan orang.

Baca Juga: Ternyata PPPK Paruh Waktu Bisa Daftar CPNS 2026, Ini Penjelasan Resmi Dari KemenPAN-RB

Bus terguling dan masuk jurang saat melintasi jalan menurun. Aparat menyatakan rem tidak berfungsi optimal.

Jalur wisata yang seharusnya menghadirkan kegembiraan justru berubah menjadi lokasi tragedi.

Menambah panjang daftar kecelakaan bus maut di Indonesia.

Tol Cipularang: Risiko di Jalur Cepat

Kecelakaan bus di Tol Cipularang KM 92 pada 2023 menewaskan delapan orang dalam insiden beruntun.

Jalur menurun dan kepadatan kendaraan menjadi faktor yang diselidiki.

Baca Juga: SK PPPK Paruh Waktu dan Penuh Waktu Ternyata Berbeda, Ini Penjelasan Lengkapnya

Meski berbeda dengan kasus Krapyak yang merupakan kecelakaan tunggal.

Cipularang menunjukkan bahwa tol cepat sekalipun menyimpan risiko besar jika kendaraan tidak dalam kondisi prima.

Rangkaian peristiwa tersebut memperlihatkan pola yang sulit diabaikan. Banyak kecelakaan bus maut terjadi di jalur turunan, tikungan, atau jalur keluar tol.

Baca Juga: Inilah Dua Pilihan Nasib PPPK Paruh Waktu, Naik Jadi Penuh Waktu atau Kontrak Diperpanjang

Waktunya sering kali dini hari atau malam, ketika perjalanan jarak jauh mencapai fase rawan.

Bus pariwisata, yang membawa rombongan keluarga, pelajar, atau wisatawan, menjadi kendaraan yang paling sering terlibat.

Tragedi di Exit Tol Krapyak kini menjadi pengingat terbaru bahwa kecelakaan fatal tidak selalu diawali tabrakan beruntun.

Baca Juga: SK PPPK Paruh Waktu dan Penuh Waktu Ternyata Berbeda, Ini Penjelasan Lengkapnya

Satu benturan dengan pembatas jalan atau kegagalan mengendalikan laju di titik kritis sudah cukup memicu kehilangan nyawa dalam jumlah besar.

Selama faktor keselamatan, kelayakan kendaraan, dan manajemen perjalanan belum menjadi perhatian utama.

Daftar kecelakaan bus maut di Indonesia berpotensi terus bertambah.***