POJOKSATU.id- Pemerintah berencana mengubah paradigma pengelolaan taman nasional di Indonesia.

Selama ini kawasan konservasi dinilai hanya menjadi beban anggaran negara, namun ke depan akan diarahkan menjadi sumber pendanaan berbasis ekowisata.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan Indonesia memiliki 57 taman nasional yang selama ini dikelola dengan anggaran terbatas.

Baca Juga: Ini Dia 7 Inspirasi Model Baju Lebaran 2026 Couple Keluarga, Kompak, Elegan, dan Tetap Nyaman Dipakai

“Selama ini taman nasional dikelola dengan apa adanya dan dengan pendanaan yang sangat minim,” kata Raja Juli dikutip Pojoksatu.id 12/3/2026.

Ia menilai model pengelolaan tersebut membuat potensi besar kawasan konservasi belum dimanfaatkan secara optimal.

Bahkan, taman nasional lebih banyak dipandang sebagai beban anggaran negara.

Baca Juga: Occasion Wear, Busana Cantik yang Sering Jadi “Jebakan” Saat Ramadan dan Lebaran, Ini Penjelasannya

“Taman nasional kita menjadi cost center, sama sekali tidak menjadi profit center,” ujarnya.

Karena itu pemerintah menyiapkan strategi baru melalui pembentukan Satgas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional.

Satuan tugas ini akan mencari skema pendanaan baru yang berkelanjutan, termasuk melalui pengembangan ekowisata dan kerja sama dengan sektor swasta.

Baca Juga: Ini Dia 7 Inspirasi Model Baju Lebaran 2026 Couple Keluarga, Kompak, Elegan, dan Tetap Nyaman Dipakai

“Satgas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional,” ujar Raja Juli.

Satgas tersebut rencananya akan dipimpin oleh Hasyim Djojohadikusumo.

Menteri Kehutanan akan menjadi wakil ketua bersama sejumlah tokoh lainnya, termasuk ekonom Mari Elka Pangestu.

“Satgas ini nanti akan diketuai oleh Pak Hasyim Joyo Hadi Kusumo,” jelasnya.

Baca Juga: Ini Dia 7 Inspirasi Model Baju Lebaran 2026 Couple Keluarga, Kompak, Elegan, dan Tetap Nyaman Dipakai

Melalui satgas ini, pemerintah ingin mendorong taman nasional menjadi kawasan konservasi yang tidak hanya menjaga lingkungan.

Tetapi juga mampu menghasilkan pendanaan untuk pemeliharaan ekosistem.

Sebagai tahap awal, pemerintah akan memilih tiga taman nasional untuk dijadikan proyek percontohan pengelolaan baru tersebut.

Baca Juga: Occasion Wear, Busana Cantik yang Sering Jadi “Jebakan” Saat Ramadan dan Lebaran, Ini Penjelasannya

“Mungkin akan ada tiga pilot project pertama yang akan kita lakukan dari 57 taman nasional,” kata Raja Juli.

Salah satu kawasan yang dipastikan masuk dalam proyek percontohan adalah Taman Nasional Way Kambas di Lampung.

“Pertama Taman Nasional Way Kambas,” ujarnya.

Baca Juga: Occasion Wear, Busana Cantik yang Sering Jadi “Jebakan” Saat Ramadan dan Lebaran, Ini Penjelasannya

Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan Taman Nasional Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat sebagai bagian dari proyek pengembangan ekowisata berkelanjutan.

“Bisa jadi salah satunya adalah Gunung Rinjani,” tambahnya.

Pemerintah berharap model pengelolaan baru ini dapat menjadikan taman nasional Indonesia sebagai kawasan konservasi berkelas dunia.

Serta sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.***