POJOKSATU.ID - Ahmad Sahroni dan Dedi Mulyadi, pernah memiliki profesi sebagai supir sebelum jadi pejabat publik.

Selain Ahmad Sahroni dan Dedi Mulyadi, sejumlah pejabat populer yang namanya tak asing lagi di telinga masyarakat, ternyata memiliki karier awal yang sama.

Sebelum terjun ke dunia politik, mereka mengaku pernah bekerja sebagai supir, hingga akhirnya bisa sukses menjadi pejabat publik.

Baca Juga: Cirebon Timur Resmi Masuk Daftar Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru

Berikut adalah pejabat yang memiliki pekerjaan awal sebagai supir, sebelum terjun ke dunia politik.

1. Ahmad Sahroni

Lahir dan tumbuh di Tanjung Priok, Jakarta Utara, membuatnya jadi seorang pria yang tahan banting.

Keluarganya bukan orang kaya, sehingga ia harus melakukan berbagai macam pekerjaan serabutan untuk membantu ekonomi di rumah.

Baca Juga: Reka Ulang Kasus Pembunuhan Paskibra Natal Diva Febriani, Pelaku Yunus Terancam Hukuman Mati

Dari berbagai jenis pekerjaan itu, batu loncatan kariernya untuk melangkah ke politik bermula dari menjadi supir.

Pada tahun 1998, Sahroni jadi supir di PT Niaga Gemilang Samudra dan pindah ke PT Millenium Inti Samudra.

Kepandaiannya dalam berkomunikasi membuatnya bisa meniti karier dari supir menjadi direktur operasional di perusahaan tersebut tahun 2002.

Baca Juga: CEK Daftar Nama Peserta PPG Guru Tertentu Tahun 2025 Tahap 1 yang Dinyatakan Lulus UKPPPG! Begini Caranya!

2. Setya Novanto

Eks tersangka kasus E-KTP ini juga ternyata memiliki karier awal sebagai supir pribadi pemilik kos di Surabaya.

Setnov menjalani profesi sebagai supir pribadi dengan imbalan agar tidak membayar kos kepada pemilik kos.

Bukan hanya sebagai supir pribadi, mantan Ketua DPR fraksi Golkar ini juga membantu membersihkan rumah pemilik kos dan urusan lainnya.

Baca Juga: Ronkb Terapkan Arsitektur Transaksi Responsif Agar Tetap Gesit di Pasar Ekstrem

Profesi ini ia lakukan saat masih jadi mahasiswa sekitar tahun 1973, karena waktu itu dirinya mengalami kesulitan ekonomi.

3. Bahlil Lahadalia

Lahir dari keluarga dengan ekonomi pas-pasan, Menteri ESDM ini sewaktu remaja sudah harus bekerja serabutan sambil sekolah.

Bahlil pernah jadi kondektur angkot, hingga akhirnya jadi supir angkot untuk bisa membayar uang sekolah.

Baca Juga: Nepal Mencekam! Kemlu RI Pastikan 57 WNI Aman, Begini Pesan KBRI Bagi yang Melakukan Kunjungan

Ia mengaku waktu remajanya banyak dihabiskan di terminal karena untuk mencari rupiah.

Meski punya ekonomi pas-pasan, ia rela bekerja keras untuk bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi usai lulus SMA.

4. Eko Patrio

Sebelum jadi anggota DPR dan pelawak terkenal, Eko pernah mengawali karier sebagai supir angkot.

Baca Juga: Bukan Pakai Google Maps, Begini Cara Belajar Anti Nyasar dengan MIND MAP, Peta Konsep untuk Pelajar, GPS Otak Meringkas Pembelajaran

Hal tersebut lantaran ayahnya merupakan juragan angkot yang memiliki lebih dari 2 unit angkutan umum.

Awalnya Eko hanya mendampingi ayahnya jadi kondektur, hingga akhirnya ia diberi kepercayaan untuk menyetir sendiri.

Profesi ini dilakukannya ketika masih muda dan belum mengenal dunia entertainment.

Baca Juga: Kinerja Kemenkeu Itu Bukan Cuma Bertumpu Pada Angka, Apalagi Mengabaikan Realitas Sosial

5. Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat ini juga pernah menjadi supir angkot ketika masih berstatus mahasiswa.

Saat itu ia yang merantau dan ngekost di Purwakarta, merasakan kerasnya hidup di jalanan saat mengemudikan angkot trayek Sadang.

Baca Juga: Menteri Sosial Buka Pelatihan Nasional untuk Wali Asuh dan Wali Asrama Sekolah Rakyat di Yogyakarta

Pekerjaan ini dilakukan agar ia bisa tetap kuliah dan bertahan hidup di Purwakarta, tanpa mengandalkan orang tua.

Hingga akhirnya, Dedi Mulyadi yang hanya putra dari petani di Subang, bertransformasi menjadi orang nomor satu di Jawa Barat.***