POJOKSATU.ID- Aktivis dari berbagai kelompok yang dalam Gerakan Aktivis 98 (Gerak 98) mendeklarasikan dukungan untuk Ganjar Pranowo menjadi Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029.
Kegiatan itu diapresiasi Banteng Muda Indonesia (BMI) hingga Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo yang turut hadir di lokasi acara, Gedung Joang 45 Jakarta Pusat, Selasa (17/10/2023).
"Alhamdulillah kami dengan Gerak 98, dengan masyarakat bersama-sama untuk memenangkan Pak Ganjar Pranowo calon presiden kita tahun 2024," kata Ketua Bidang Keanggotaan BMI, Sumarna Triana Agusta.
Baca Juga: PDI Perjuangan Jabar Siap Menangkan Ganjar - Mahfud MD 1 Putaran
Dalam kegiatan itu, para aktivis 98 membacakan enam mandat untuk Ganjar Pranowo apabila terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029 mendatang.
Sumarna yang merupakan Caleg PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta dapil Jakarta Selatan VIII, menilai Ganjar adalah sosok yang tepat untuk mendapatkan mandat tersebut lantaran pengalamannya yang berhasil sebagai Gubernur Jawa Tengah selama dua periode lalu.
"Harus bisa dan dipastikan bisa dan bisa. Itu memang, kami dari Banteng Muda Indonesia sangat optimistis bahwa masyarakat akan membangun bersama dengan kesadaran bersama untuk menyoblos, memenangkan Ganjar Pranowo," katanya.
Baca Juga: 5 Provinsi dan 85 Kabupaten Jadi Titik Rawan Konflik saat Pemilu 2024, Kapolri Siapkan Tindakan Tegas Ini
Sementara itu, Wakil Ketua TPN Ganjar Pranowo, Gatot Eddy Pramono mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung Ganjar Pranowo menjadi Presiden selanjutnya, termasuk Gerak 98.
"Yang pertama tentunya kami mengucapkan terima kasih. Dukungan dari teman-teman Gerakan Aktivis 98 yang mendukung Pak Ganjar untuk menjadi presiden 2024-2029. Kita sudah mendengarkan tadi bagaimana teman-teman kita semua berbicara dan berharap kepada kita melalui tim TPN untuk disampaikan ke Pak Ganjar," katanya.
Ia menyebutkan mandat dari para aktivis 98 terdiri dari enam poin. Antara lain berbunyi seperti berikut:
Baca Juga: Mahfud MD Resmi Jadi Cawapres Ganjar, PPP: Kami Yakin Menang Satu Putaran
1. Kami GERAK 98 (Gerakan Aktivis 98) adalah Aktivis 98, berasal dari berbagai kampus dan elemen rakyat, bertanggung jawab moral, mengemban panggilan sejarah Pemuda Indonesia, bersatu,berjuang menumbangkan rezím bobrok Orde Baru, dan memulai Era Harapan, Era Reformasi.
2. Kami Gerakan Aktivis 98 berkomitmen melanjutkan perjuangan dan mengawal cita-cita Reformasi,
yang dilukis dengan air mata dan darah, mewujudkan pemerintahan bersih, transparan, anti KKN, menegakkan supremasi hukum dan beralas keberpihakan pada rakyat.
3. Kami GERAK 98 (Gerakan Aktivis 98) menolak presiden yang melanggar HAM, menghalalkan segala cara untuk memuaskan nafsu berkuasa, intoleran, merusak adab nilai budaya dan kerukunan bangsa.
Baca Juga: BEM Nusantara Gelar Aksi Seribu Lilin: MK Catatan Hitam Era Jokowi-Ma’ruf
4. Kami GERAK 98 (Gerakan Aktivis 98) memilih pemimpin Republik Indonesia yang setia kepada; Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945.
5. Kami GERAK 98 (Gerakan Aktivis 98) menyakini pemimpin Republik Indonesia ke depan, harus bekerja
dengan cepat, inovatif, berkapabilitas, berintegritas humanis dan merakyat.
6. Kami GERAK 98 (Gerakan Aktivis 98) berkeyakinan, atas dasar tersebut Ganjar Pranowo mampu menjawab tantangan ke depan, dapat memimpin dan amanah menjalankan mandat amanat rakyat sebagai Presiden Republik Indonesia 2024.
Baca Juga: Resmi Cawapres, Pidato Perdana Mahfud MD Komitmen Penegakan Hukum Rakyat Kecil dan Koruptor
"(Aktivis 98) sudah membuat tadi enam mandat untuk disampaikan kepada beliau (Ganjar Pranowo). Saya kira itu baik sekali. Ini terkait dengan reformasi, terjadinya reformasi ke depan," ujar Gatot menanggapi isi mandat tersebut.
Lebih lanjut, dia pun berharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat dapat menambah optimisme memenangkan Ganjar Pranowo menjadi Presiden Republik Indonesia selanjutnya.
"Tentunya, ini merupakan satu tambahan energi baru buat kita di TPN. Dan, (menjadi) optimisme kita untuk kemenangan Pak Ganjar sebagai Presiden Republik Indonesia yang berikutnya," katanya mengakhiri wawancara. ***



