POJOKSATU.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik keras terhadap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait lambannya realisasi belanja negara.

Ia menyoroti anggaran pengadaan kapal yang disebut sudah tersedia, namun hingga kini industri galangan kapal nasional belum juga menerima pesanan.

Sorotan tajam itu disampaikan Purbaya dalam acara Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia yang digelar di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga: Waspada Perubahan Zaman! Ini Daftar Pekerjaan yang Terancam Hilang dalam Waktu Dekat akibat AI dan Otomatisasi

Di hadapan para pelaku industri, Menkeu secara langsung mempertanyakan mengapa anggaran negara yang telah disiapkan belum berdampak nyata bagi sektor riil.

Dalam forum tersebut, Purbaya bahkan bertanya langsung kepada para pengusaha galangan kapal terkait pesanan yang masuk dari pemerintah.

Jawaban yang diterimanya justru membuat suasana forum menghangat: belum ada satu pun order kapal dari KKP.

Baca Juga: Pekan Lalu Mangkir, Khofifah Diagendakan Diperiksa KPK Kamis Ini Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah

“Berapa dari Anda yang sudah terima order? Belum? Kan anggarannya sudah ada. Ini apa-apaan?” ujar Purbaya, dikutip pojoksatu.id dari MetroTV.

Menurutnya, ketika anggaran negara sudah dialokasikan dan bahkan dicairkan, seharusnya belanja pemerintah segera bergerak dan memberi efek berantai bagi perekonomian, terutama bagi industri dalam negeri.

Purbaya mengingatkan bahwa keterlambatan realisasi belanja bukan sekadar soal administrasi.

Baca Juga: Wacana Pilpres 2029 Mulai Menghangat, PAN Usung Zulhas, PSI Serahkan Segalanya ke Prabowo

Dampaknya bisa langsung dirasakan oleh industri, tenaga kerja, hingga ekonomi daerah.

Galangan kapal yang seharusnya mendapat pekerjaan justru harus menunggu tanpa kepastian.

“Anggaran itu bukan untuk disimpan. Kalau sudah ada, harus segera dipakai untuk menggerakkan ekonomi,” tegasnya.

Menkeu juga menyinggung pentingnya sinkronisasi antar-kementerian.

Ia menilai Kementerian Keuangan telah menjalankan tugasnya dengan menyiapkan anggaran, namun tanpa eksekusi dari kementerian teknis, dana tersebut tidak akan memberikan manfaat optimal.

Baca Juga: BPJS PBI Dinonaktifkan? Ini Kesepakatan DPR Pemerintah dan Cara Mengaktifkannya Kembali

Menurut Purbaya, pengadaan kapal seharusnya menjadi peluang besar untuk mendorong kemandirian industri maritim nasional.

Dengan memesan kapal dari galangan dalam negeri, pemerintah tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kapasitas industri nasional.

Ia pun mempertanyakan apakah ada persoalan koordinasi, perencanaan, atau eksekusi di internal kementerian terkait yang menyebabkan proses pengadaan belum berjalan.

Baca Juga: Buat Foto Bergaya Poster Film, Ubah Latar Belakang Foto Menggunakan CapCut untuk Konten yang Menarik

Purbaya meminta agar hambatan tersebut segera diurai, agar anggaran yang telah disiapkan tidak menjadi angka mati di atas kertas.

Kritik terbuka Menkeu ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin belanja negara benar-benar berdampak.

Purbaya menegaskan, di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, tidak boleh ada anggaran yang mengendap tanpa realisasi.

Baca Juga: BREAKING, Progres Jembatan Musi V 2026 Mendadak Melesat! Siap Dibuka untuk Mudik Lebaran?

Ia berharap ke depan tidak ada lagi situasi di mana dana negara sudah tersedia, tetapi industri justru tidak bergerak.

Menurutnya, kecepatan dan ketepatan belanja pemerintah menjadi kunci untuk menjaga momentum ekonomi nasional.***