POJOKSATU.id - Industri restoran cepat saji di Indonesia tengah menghadapi ujian berat. Hingga Kuartal III-2024, sejumlah pemain besar seperti Pizza Hut, KFC, dan perusahaan pengelola Starbucks, PT Map Boga Adiperkasa Tbk, mencatat kerugian signifikan.

Penyebabnya tidak hanya tekanan ekonomi pasca-COVID-19, tetapi juga dampak dari konflik geopolitik yang mengguncang dunia.

Kerugian Besar di 2024

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, PT Sari Melati Kencana Tbk, pengelola Pizza Hut, membukukan rugi bersih sebesar Rp96,71 miliar, meningkat 8,25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Bahrain Masih PEDE Bisa Lolos Piala Dunia 2026 Usai Seri 90+6 Lawan Australia, Sisa Pertandingan Harus Hadapi Jepang, Arab Saudi dan Indonesia

PT Fast Food Indonesia Tbk, pemilik jaringan KFC, mencatat kerugian yang jauh lebih besar, yakni Rp557,08 miliar, melonjak 266,45% dibandingkan Kuartal III-2023.

Tidak ketinggalan, PT Map Boga Adiperkasa Tbk, yang mengelola Starbucks, Pizza Marzano, Krispy Kreme, dan Subway, juga mengalami kerugian bersih sebesar Rp79,13 miliar hingga September 2024.

Alasan di Balik Kerugian

Direktur Sari Melati Kencana, Boy Arditiya Lukito, mengungkapkan bahwa penurunan daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor utama.

Selain itu, konflik geopolitik Israel-Palestina juga berdampak pada perubahan preferensi konsumen.

Baca Juga: Bahrain Masih PEDE Bisa Lolos Piala Dunia 2026 Usai Seri 90+6 Lawan Australia, Sisa Pertandingan Harus Hadapi Jepang, Arab Saudi dan Indonesia

"Situasi geopolitik ini memengaruhi kinerja kami karena perubahan pola konsumsi masyarakat," ujar Boy.

Sementara itu, manajemen KFC menyebut bahwa dampak pasca-pandemi COVID-19 masih membayangi bisnis mereka, ditambah situasi pasar yang memburuk akibat krisis Timur Tengah.

"Dua faktor utama ini sangat memengaruhi hasil keuangan kami dalam 9 bulan terakhir," ungkap manajemen dalam laporan keuangan tertanggal 7 November 2024.

Langkah-Langkah Perbaikan

Meskipun diterpa badai kerugian, para emiten ini tidak tinggal diam. Manajemen KFC dan Pizza Hut menyatakan akan mengevaluasi strategi bisnis mereka, termasuk meninjau kembali keberlanjutan beberapa gerai yang dianggap tidak produktif.

Baca Juga: Lulus PPG Guru Tertentu Namun Hilal TPG Tak Kunjung Hadir! Begini Cara Mempercepat Proses Pencairan

Map Boga Adiperkasa juga berfokus pada efisiensi operasional untuk menekan kerugian.

Namun, tekanan ekonomi global yang belum mereda membuat upaya perbaikan ini diprediksi tidak akan langsung terasa dampaknya.

Para analis menilai bahwa pemulihan penuh hanya mungkin terjadi jika stabilitas ekonomi dan geopolitik dapat tercapai dalam waktu dekat. ***