POJOKSATU.id - Bukit savana Bromo yang terbakar kini mulai padam dan sedang melalui tahap pendinginan. Namun saat ini kondisinya masih sangat memprihatinkan.
Kebakaran yang terjadi di bukit savana Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur sejak Rabu (6/9/2023) akhirnya padam pada Rabu (13/9/2023).
Padamnya kebakaran di bukit savana TNBTS tersebut berkat upaya bersama dari berbagai elemen masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Baca Juga: Akhirnya, Keanu Massaid Izinkan Angelina Sondakh Menikah Lagi tapi Calonnya selalu Pergi
Meski begitu, pihak TNBTS akan terus mewaspadai kemungkinan adanya titik api baru di padang rumput tersebut.
"Kemarin (Rabu) sudah padam semua, sebelum hujan. (Padam) jam 5 sore insya Allah, " ucap Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Syarif.
Diketahui, kebakaran di Bromo terjadi akibat penggunaan flare saat aktivitas pemotratan foto prewedding. Manajer wedding organizer (WO) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran ini.
Baca Juga: Sukarelawan Ganjar Ronggolawe Bantu Kembangkan Pariwisata Lokal Gagas Tuban Fashion Carnival
Kepala Bagian Tata Usaha TNBTS Septi Eka Wardani memastikan, rumput dan tanaman yang tumbuh di bukit savana Bromo bisa tumbuh kembali setelah kebakaran yang terjadi.
Septi Eka Wardani mengatakan bahwa perbaikan ekosistem savana akan menggunakan suksesi alami.
Sementara pepohonan yang terbakar akan diperbaiki melalui cara enrichment planting atau penyulaman pohon-pohon yang mati. Menurutnya, suksesi alami merupakan perbaikan secara alami yang terjadi di padang rumput.
Nantinya rumput-rumput akan tumbuh sendiri, kata Septi Eka Wardani, tanpa bantuan manusia setelah hujan. Sementara, enrichment planting berarti penanaman penyulaman.
Baca Juga: Berpisah dari Istrinya, Aktor Hugh Jackman Hancur dan Masih Rasakan Sedih Mendalam
Metode ini dilakukan dengan menamani kembali pohon-pohon atau tanaman yang mati atau rusak karena kebakaran.
Sekitar 500 hektae luas wilayah yang terdampak kebakaran di savana Bromo.
Septi mengeklaim, tanah di bukit savana Bromo berada dalam kondisi baik-baik saja dan tidak ada kerusakan meski terjadi kebakaran.
Menurutnya, diperkirakan butuh waktu dua hingga tiga bulan sampai bukit Bromo dapat kembali menghijau. Namun, kondisi ini terjadi terutama setelah turun hujan yang menyirami tumbuhan di sana.
"Insya Allah tetap subur apalagi abu dari vegetasi yang terbakar justru akan menjadi pupuk," tegasnya.
Baca Juga: Hasil Final Hongkong Open 2023: Prifad Juara, Ganyang Wakil Malaysia dalam Duel 73 Menit
Berkaca dari tanaman yang mulai tumbuh setelah kebakaran di Bromo pada Agustus tersebut, ia berharap wilayah padang rumput bisa mulai menghijau lagi.
Saat ini, seluruh kawasan wisata di Gunung Bromo masih ditutup total, dengan batas waktu yang belum bisa ditentukan.
Kini, petugas gabungan tengah fokus untuk melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada bara api menggunakan jetshooter.
Baca Juga: Harga Beras Mahal, Faizal Fiqri Gandeng Sahabat SandiUno Sebar Paket Beras Murah di Jakarta Utara
Meski api sudah padam, masih ada kepulan asap di lokasi Blok Watangan dan sekitarnya. Sehingga petugas masih fokus pada pendinginan.
Diketahui, Blok Watangan berada di perbatasan antara tiga kabupaten yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo.
"Area yang terbakar di Jemplang masih bagian dari blok watangan dan sekitarnya," tegasnya.
Baca Juga: Pendaftaran PPPK 2023 Ditunda, Ini Jadwal Terbaru Lengkap Sampai Usul Penetapan NI PPPK
Sementara itu, Kepala Balai Besar (BB) TNBTS Hendro Wijanarko mengatakan, kebakaran di Bromo menyebabkan rumput di padang rumputnya hangus.
Flora endemik juga terdampak akibat kebakaran yang terjadi. Adapun flora tersebut yakni rumput mlelo, edelwais, hingga anggrek tosari.
Sementara belum diketahui apakah ada fauna yang ikut terbakar dalam peristiwa tersebut.
Menurut Hendro, pihaknya baru akan menghitung kerugian setelah pemadaman tuntas, termasuk kerugian yang dialami oleh pelaku usaha.***




