POJOKSATU.id, JAKARTA—Sebanyak lima anggota DPR RI dinonaktifkan partai politik (parpol) imbas demo mahasiswa dan buruh serta elemen masyarakat lain dalam 4 hari belakangan di berbagai wilayah.
Kelima anggota DPR RI ini berasal dari PAN sebanyak 2 orang, Nasdem sebanyak 2 orang dan satu orang berasal dari Partai Golkar.
Lima anggota DPR R ini mengeluarkan komentar nyeleneh yang memicu gelombang protes dari masyarakat.
Kelima anggota DPR ini antara lain Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, Eko Patrio dan Uya Kuya serta Adies Kadir.
Berikut lima anggota DPR RI yang dinonaktifkan parpol mulai 1 September 2025.
1.Adies Kadir dari Partai Golkar
Sekjen Partai Golkar Sarmuji mengumumkan Wakil Ketua DPR RI 2024-2029 Adies Kadir dinonaktifkan sebagai anggota DPR RI.
Sarmuji menyebut keputusan ini dalam rangka pendisiplinan dan etika sebagai anggota dewan.
"Menonaktifkan saudara Adies Kadir sebagai anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, terhitung sejak Senin 1 September 2025," kata Sarmuji kepada wartawan, Minggu (31/8/2025).
Baca Juga: Daftar Rumah DPR RI dan Pejabat Negara Dijarah Massa, Rumah Menkeu Sri Mulyani 2 Kali Dijarah
Sarmuji menyebut aspirasi masyarakat akan selalu didengar oleh pihaknya.
"Mencermati dinamika masyarakat yang berkembang belakangan ini, DPP Partai Golkar menegaskan bahwa aspirasi rakyat tetap menjadi acuan utama perjuangan Partai Golkar,” jelasnya.
Adies sempat menyampaikan komponen tunjangan DPR RI mengalami kenaikan.
Di antaranya, tunjangan beras naik menjadi Rp 12 juta dari Rp 10 juta, tunjangan transportasi menjadi Rp 7 juta dari Rp 4-5 juta.
Adies langsung menganulir pernyataan di hari berikutnya. Ia menegaskan tak ada kenaikan tunjangan beras maupun tunjangan bensin bagi anggota DPR RI.
Baca Juga: Daftar Pejabat di Tengah Badai Demonstrasi Dikabarkan Kabur Singapura hingga Aysik di Mal
2.Eko Patrio dari PAN
Eko Patrio atau Eko Hendro Purnomo dinonaktifkan PAN mulai 1 September 2025 imbas pernyataan soal joget dan gaji Rp 3 juta sehari yang menurutnya kecil jika dibanding ketika dia jadi artis dan akhirnya menimbulkan kericuhan massal.
3.Uya Kuya dari PAN
Uya Kuya atau Surya Utama dinonaktifkan atau dicopot sementara oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dari keanggotaan DPR RI imbas joget-joget di DPR dan juga menyinggung soal gaji Rp 3 juta sehari.
Dinonaktifkan PAN sejak 1 September atau mulai besok.
4.Nafa Urbach dari Nasdem
Sementara Nafa Urbach dinonaktifkan oleh Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Penonaktifan mulai berlaku besok, Senin 1 September 2025.
Aksi protes dan kritik terhadap Nafa Urbach berawal dari komentarnya saat live TikTok.
Nafa menyebut bahwa tunjangan rumah sebesar Rp 50 juta per bulan bukan kenaikan fasilitas, melainkan kompensasi atas rumah jabatan yang kini tidak lagi diberikan oleh negara.
Menurut Nafa Urbach, kebijakan tersebut diberikan karena anggota dewan harus menyewa rumah sendiri.
5.Ahmad Sahroni dari Nasdem
Sahroni dinonaktifkan oleh Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Penonaktifan mulai berlaku besok, Senin 1 September 2025. Sahroni menyebut orang yang meminta DPR dibubarkan adalah orang paling tolol sedunia.
Demikian lima anggota DPR RI dinonaktifkan partai politiknya imbas komentar mereka sendiri.***




