POJOKSATU.ID - Kisah Sudrajat, penjual es gabus yang sempat viral akibat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum aparat, kembali mencuri perhatian publik.
Kali ini, perhatian itu datang dari langkah humanis Kapolres Metro Depok yang memberikan bantuan berupa sepeda motor dan modal usaha kepada Sudrajat.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus permohonan maaf atas peristiwa yang sebelumnya menghebohkan media sosial.
Baca Juga: Pencairan TPG Januari Tertunda? Simak Penjelasan Lengkap Mengenai Masalah Ini di Dapodik.
Kapolres berharap bantuan ini dapat membantu Sudrajat bangkit dan kembali menjalani aktivitas berjualannya dengan lebih baik.
Sudrajat sebelumnya menjadi sorotan publik setelah viral video yang memperlihatkan dirinya dituduh menjual es gabus berbahan spons oleh oknum anggota TNI dan Polri.
Dalam video tersebut, Sudrajat tampak diperlakukan secara tidak pantas saat sedang mencari nafkah.
Baca Juga: BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun untuk 118 Ribu Debitur hingga 2025
Peristiwa itu menuai kecaman luas dari masyarakat karena dinilai mencederai rasa kemanusiaan.
Pasca viralnya kasus tersebut, berbagai pihak mendorong agar ada langkah konkret untuk memulihkan kondisi psikologis dan ekonomi Sudrajat.
Kepolisian pun melakukan evaluasi internal terhadap oknum yang terlibat, sembari berupaya meredam dampak sosial yang muncul.
Baca Juga: Bukan Karena Anggaran, Ternyata Hal Ini yang Bikin Tunjangan Guru TPG Januari 2026 Gagal Cair!
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Kapolres Metro Depok menyerahkan langsung bantuan sepeda motor yang dapat digunakan Sudrajat untuk menunjang aktivitas berjualan.
Selain itu, Sudrajat juga menerima bantuan modal usaha agar dapat kembali memulai usahanya yang sempat terhenti.
Sudrajat tak kuasa menahan haru saat menerima bantuan tersebut. Ia mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan dan berharap dapat kembali berjualan dengan tenang tanpa rasa takut.
Bagi Sudrajat, bantuan ini bukan hanya soal materi, tetapi juga pemulihan martabat sebagai pedagang kecil.
Langkah Kapolres ini pun menuai respons positif dari masyarakat.
Banyak warganet menilai tindakan tersebut sebagai contoh pendekatan humanis aparat dalam menyelesaikan persoalan yang melibatkan masyarakat kecil.
Meski demikian, publik tetap berharap agar peristiwa serupa tidak terulang dan aparat lebih mengedepankan sikap persuasif di lapangan.
Kasus Sudrajat menjadi pengingat bahwa penegakan aturan harus dibarengi dengan empati.
Baca Juga: Kasus Hogi Minaya Picu Amarah Publik, Ketua Komisi III DPR Murka Tegur Polres dan Kejari Sleman
Pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari usaha sederhana tidak seharusnya menjadi korban perlakuan berlebihan.
Kini, dengan motor baru dan modal usaha di tangan, Sudrajat bertekad untuk kembali bangkit.
Kisahnya pun menjadi simbol bahwa di balik kegaduhan media sosial, masih ada ruang bagi keadilan dan kepedulian untuk memperbaiki keadaan.***




