POJOKSATU.ID Imbas Cuaca ekstrem di Karanganyar picu pohon tumbang dan ambruknya tratak hajatan. Sebanyak sembilan warga terluka, BPBD imbau masyarakat waspada terhadap potensi cuaca buruk.
Sebanyak sembilan warga terluka, BPBD imbau masyarakat waspada terhadap potensi cuaca buruk.
Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang memicu sejumlah kejadian di Kabupaten Karanganyar, Kamis (9/4) sore. Tidak hanya menyebabkan pohon tumbang di berbagai titik ambruknya tratak saat hajatan yang mengakibatkan sejumlah warga terluka.
Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar Hendro Prayitno menyebut laporan sementara dari Tim Reaksi Cepat (TRC) mencatat sedikitnya sembilan titik pohon tumbang di wilayah Kecamatan Karanganyar dan Kecamatan Jumantono.
"Sejumlah titik berada di jalur vital, di antaranya Jalan Matesih Selatan (tiga titik), jalur Karanganyar-Ngawi (dua titik), serta Jalan Serut atau Lawu Serut (dua titik). Kejadian ini sempat mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas warga," paparnya, Kamis (9/4/2026) malam.
Selain itu, satu unit rumah dilaporkan mengalami kebakaran di Desa Sedayu, Kecamatan Jumantono, yang terjadi di tengah kondisi cuaca buruk.
Insiden yang paling menyita perhatian terjadi saat acara hajatan di Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono. Saat hujan deras turun, para tamu undangan berupaya berteduh di bawah tratak atau tenda.
"Namun, struktur penyangga tidak mampu menahan beban hingga akhirnya ambruk," terang Hendro.
Korban dalam peristiwa tersebut diketahui merupakan warga Desa Gempantar, yang hadir sebagai tamu karena memiliki hubungan keluarga atau besanan dengan tuan rumah.
Baca Juga: Daftar Haji Bakal Pakai Sistem 'War' Seperti Konser? Cek Faktanya di Sini!
Akibat kejadian ini, sembilan orang mengalami luka-luka. Lima korban sempat menjalani perawatan di puskesmas dan sudah diperbolehkan pulang. Sementara itu, empat korban lainnya dirujuk ke rumah sakit, dengan tiga di antaranya sudah dipulangkan dan satu korban masih menjalani rawat inap.
"Pemerintah Kabupaten Karanganyar memastikan seluruh korban, khususnya dalam insiden tratak ambruk, mendapatkan layanan pengobatan secara gratis," tegas Hendro dikutip rmoljateng.
Kepala Desa Tunggulrejo, Parno Karyo Sumarto, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, kondisi cuaca berubah drastis dalam waktu singkat sehingga sulit diantisipasi.
Baca Juga: Viral Pernyataan Prabowo Harus Mundur, Saiful Mujani Dilaporkan ke Polisi, Begini Penjelasannya
“Hujan turun tiba-tiba disertai angin kencang, sehingga tenda tidak mampu bertahan,” ungkapnya.
Warga bersama panitia acara langsung melakukan penanganan darurat dengan mengevakuasi para korban. Selanjutnya, korban dibawa ke rumah sakit terdekat guna memperoleh perawatan medis.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun menggelar kegiatan dengan fasilitas sementara seperti tratak***



