POJOKSATU.id, BANDUNG -- Ramainya Masjid Al Jabbar sebulan terakhir membuat aksi kriminalitas berupa pencopetan mulai terjadi di Masjid Raya Al-Jabbar, Kota Bandung.

Aksi pencopetan terekam kamera CCTV yang ada di sekitar lokasi dan viral di media sosial beberapa hari terakhir.

Dari rekaman video yang tersebar, terlihat adanya seorang pencopet berpakaian serba hitam berada di antara keramaian pengunjung.

Pelaku yang diduga sudah mengintai korbannya kemudian duduk di dekat korban.

Ketika mendapat kesempatan, pelaku lalu melakukan aksinya dengan menggondol ponsel korban yang ada di dalam tas korban lalu melarikan diri menjauh dari keramaian.

Baca Juga :

Buruan Sae Ratu, Inovasi Unggulan Kecamatan Buah Batu

Terpisah, Kepala Satpol PP Jabar, Ade Afriandi, mengakui pihaknya marak menerima aduan sejak masjid ramai dikunjungi oleh masyarakat.

Aduan yang diterima itu, menurut dia, termasuk aksi pencopetan hingga pengamen yang meminta secara paksa.

"Sejak ramai pengunjung ke Masjid Raya Al-Jabbar itu kita sudah mendapat pengaduan mulai dari kehilangan barang atau masuk ke dalam kategori copet. Tapi untuk pelaku yang ini sampai sekarang belum dapat," kata dia ketika dikonfirmasi pada Selasa (31/1).

"Jadi sampai dengan tanggal 15 Januari itu dari total pengaduan yang kami terima kurang lebih sekitar 500 pengaduan. Nah persentasenya memang 5 persennya itu tindakan kriminalitas,” katanya.

“Jadi artinya walaupun kecil tapi sudah ada tindakan kriminal," lanjut dia.

Kini, Ade menambahkan total ada sekitar 45 satpam yang bertugas melakukan penjagaan di sekitar masjid.

Dalam menjalankan tugasnya, 45 satpam itu dibagi ke dalam tiga shift. Dengan demikian, tiap shift terdapat 15 satpam yang berjaga.

Selain itu, Satpol PP juga turut menurunkan personel untuk melakukan penjagaan di Masjid Raya Al-Jabbar berjumlah 30 orang.

Menurut dia, jumlah Satpol PP yang ditempatkan di Masjid Raya Al-Jabbar terbilang minim karena tak mendapat alokasi anggaran.

"Masalahnya kami di Satpol PP tidak ada alokasi anggaran untuk kegiatan pengamanan Masjid Raya Al-Jabbar apalagi pelibatan Satpol PP kabupaten kota hingga TNI Polri, kami belum mendapatkan alokasi," kata dia.

Meski demikian, Ade mengimbau kepada masyarakat yang hendak beribadah ke Masjid Raya Al-Jabbar agar senantiasa menjaga barang pribadinya agar terhindar dari aksi kriminalitas.

"Kami harapkan untuk selalu menjaga ketertiban, membuang sampah tidak sembarang, dan mengikuti rambu atau arahan dari para petugas," pungkasnya. (arief/pojoksatu)