POJOKSATU.id - Pernah merasa sudah mengusir cicak berkali-kali, tetapi hewan kecil itu muncul lagi di sudut rumah?
Nah, bisa jadi masalahnya bukan pada cicaknya, melainkan kondisi rumah yang membuat mereka merasa nyaman.
Cicak memang umum ditemukan di lingkungan rumah, terutama di wilayah tropis.
Namun, kalau jumlahnya mulai banyak dan hampir setiap malam terlihat berkeliaran, ada beberapa hal yang patut diperhatikan.
Salah satu pemicunya adalah makanan.
Cicak merupakan pemangsa serangga, sehingga rumah yang banyak nyamuk, lalat, semut, atau serangga kecil lainnya otomatis menjadi tempat berburu yang menarik.
Lampu rumah pada malam hari juga bisa ikut berperan. Cahaya yang terang menarik serangga untuk mendekat, kemudian cicak mengikuti karena di sanalah sumber makanannya berada.
Karena itu, menjaga rumah tetap bersih menjadi langkah awal yang cukup penting.
Jangan biarkan remah makanan berserakan, simpan makanan dalam wadah tertutup, dan bersihkan meja maupun lantai setelah digunakan.
Baca Juga: Mengenal Raccoon Eyes, Memar di Sekitar Mata yang Bisa Jadi Tanda Cedera Kepala
Rumah Lembap Juga Bisa Jadi Favorit
Selain makanan, kondisi lingkungan turut menentukan apakah cicak akan betah atau tidak.
Ruangan yang hangat dan lembap, terutama kamar mandi, dapur, gudang, atau area bawah tangga, cenderung menjadi lokasi yang nyaman bagi cicak untuk bersembunyi.
Ventilasi yang kurang baik dapat membuat kelembapan bertahan lebih lama.
Kebocoran pipa, dinding berjamur, hingga lantai yang sering basah juga bisa memperburuk kondisi tersebut.
Baca Juga: Masuk Desil 9 atau 10 Padahal Kondisi Ekonomi Tidak Sesuai? Ini Cara Mengubahnya
Cobalah membuka jendela secara rutin agar udara bergerak lebih baik.
Jika terdapat kebocoran, segera perbaiki dan biasakan mengeringkan area yang basah.
Jangan Lupa Periksa Celah Rumah
Cicak punya tubuh yang cukup lentur sehingga celah kecil di bangunan bisa menjadi akses masuk.
Retakan dinding, celah pintu, ventilasi tanpa jaring, hingga bagian atap dan langit-langit yang longgar dapat dimanfaatkan sebagai jalur keluar-masuk.
Baca Juga: Usia Sepuh 86 Tahun, Dewi Soekarno Hadir di Upacara Peringatan HUT ke-81 RI di Istana Negara
Begitu menemukan tempat yang aman sekaligus memiliki banyak makanan, cicak tentu punya alasan untuk kembali lagi.
Menutup retakan menggunakan semen atau bahan penambal serta memasang kawat atau jaring halus pada ventilasi bisa menjadi cara sederhana untuk membatasi akses mereka.
Serangga Banyak, Cicak Ikut Datang
Ada hubungan yang cukup sederhana antara keberadaan serangga dan cicak.
Ketika rumah dipenuhi lalat, nyamuk, semut, kecoa, atau serangga kecil lainnya, sumber makanan cicak otomatis tersedia lebih banyak.
Saluran air terbuka, tempat sampah yang tidak tertutup, sisa makanan, dan dapur yang lembap bisa menjadi pemicu meningkatnya populasi serangga.
Baca Juga: 130 Ide Lomba 17 Agustus dan Maulid Nabi 2026, Seru untuk Anak-anak hingga Orang Dewasa
Jadi, daripada hanya sibuk mengusir cicak, coba bereskan sumber masalahnya.
Kurangi serangga dengan menjaga kebersihan rumah dan memastikan tidak ada makanan yang dibiarkan terbuka.
Tumpukan Barang Bisa Jadi Tempat Persembunyian
Kardus lama, tumpukan kertas, barang yang jarang digunakan, hingga sudut gudang yang berantakan bisa memberikan ruang tersembunyi bagi cicak.
Tempat yang gelap dan jarang disentuh manusia membuat mereka lebih mudah bersembunyi.
Duh, kalau kondisi ini dibiarkan, keberadaan cicak bisa semakin sulit diketahui.
Baca Juga: Jelang upacara HUT ke-81 RI, 45 Putra Putri Terbaik Tanah Bambu Siap Unjuk Gigi
Karena itu, lakukan penataan secara berkala dan singkirkan barang yang sudah tidak diperlukan.
Rumah yang lebih rapi juga membuat sudut-sudut tersembunyi menjadi lebih mudah diperiksa.
Genangan Air Jangan Dibiarkan
Air yang menggenang di kamar mandi, dapur, halaman, atau sekitar rumah juga perlu diperhatikan.
Bukan hanya karena kondisi lembap disukai cicak, tetapi genangan air dapat menjadi tempat berkembangnya berbagai serangga kecil.
Baca Juga: Datuk Merdeka
Periksa pipa, talang, saluran pembuangan, dan wadah yang berpotensi menampung air.
Pastikan tidak ada kebocoran atau genangan yang dibiarkan terlalu lama.
Dengan lingkungan yang lebih kering, rumah pun menjadi kurang menarik bagi cicak dan serangga yang menjadi makanannya.
Tanaman Terlalu Rimbun Bisa Jadi Jalur Masuk
Bagi rumah di wilayah tropis, keberadaan pepohonan dan tanaman hijau memang menyegarkan.
Baca Juga: Tiga Bendera dan Tiga Suara Menjelang Kemerdekaan dari Aceh, Borneo, dan Papua
Namun, tanaman yang terlalu dekat dengan dinding rumah juga bisa menjadi akses bagi cicak.
Dedaunan yang menempel pada bangunan dapat menjadi jalur bagi hewan kecil untuk mendekati celah rumah.
Rapikan tanaman secara berkala dan beri jarak yang cukup antara vegetasi dengan dinding.
Langkah sederhana ini dapat mengurangi kemungkinan cicak masuk dari area luar.
Manfaatkan Aroma yang Tidak Disukai Cicak
Baca Juga: Pedoman Resmi Upacara 17 Agustus 2026 untuk Sekolah dan Instansi, Ini Susunan dan Link Download Lengkap
Jika ingin mencoba cara alami, beberapa bahan dengan aroma kuat dapat dimanfaatkan di area yang sering dilewati cicak.
Bawang putih, cuka putih, dan ampas kopi kerap digunakan sebagai pengusir alami.
Potongan bawang putih dapat diletakkan di area tertentu seperti dapur atau kamar mandi.
Sementara itu, larutan cuka bisa digunakan di sekitar ventilasi, jendela, atau sudut yang sering menjadi tempat cicak muncul.
Baca Juga: 'Operasi Pesta Copet' Tayang 27 Agustus 2026, Iqbaal Ramadhan Jadi Pencopet di Festival Musik
Ampas kopi yang sudah kering juga dapat ditempatkan di jalur yang biasa dilewati.
Penggunaan bahan-bahan tersebut sebaiknya tetap dilakukan secara bijak, terutama jika di rumah terdapat anak kecil atau hewan peliharaan.
Mengurangi cicak bukan cuma soal membuat mereka pergi, tetapi juga menciptakan rumah yang kurang menarik bagi mereka.
Ketika makanan, kelembapan, celah, dan tempat persembunyian dikendalikan, rumah pun perlahan menjadi lebih nyaman bagi penghuni dan tidak lagi terlalu mengundang cicak untuk mampir.***




