POJOKSATU.id - Gerakan tanam bawang putih di Kabupaten Cianjur mendapat sorotan lebih luas setelah Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyebut adanya buruh pengupas bawang yang menerima upah Rp700 ribu per kilogram.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI pada 14 Agustus 2026.
Saat itu, Prabowo memperkenalkan Susanah asal Kabupaten Bogor sebagai buruh harian pengupas bawang dengan upah yang disebut mencapai Rp700 ribu per kilogram.
Pernyataan itu kemudian ramai diperbincangkan karena nominal yang disebut sangat besar jika dibandingkan dengan informasi mengenai upah pengupas bawang yang beredar di sejumlah daerah.
Di tengah perdebatan tersebut, Kabupaten Cianjur justru tengah mendorong pengembangan bawang putih sebagai bagian dari program ketahanan pangan dan target swasembada nasional.
Baca Juga: Kebun Teh Mangkrak di Bandung Bakal Disulap Jadi Lahan Bawang Putih, Ini Target Besar Kementan
Cianjur Tak Sekadar Tanam Bawang Putih
Gerakan penanaman bawang putih di Cianjur berlangsung di kawasan Kampung Maleber, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet.
Program tersebut menjadi bagian dari gerakan penanaman bawang putih serentak di 14 daerah Jawa Barat.
Pada tahap awal, lahan yang disiapkan mencapai 44,58 hektare. Lahan tersebut berasal dari sejumlah sumber, termasuk PTPN, Dinas Pertanian dan gabungan kelompok tani.
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan program tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah menuju swasembada bawang putih.
"Lahan yang digunakan ialah dari PTPN, Dinas Pertanian, dan Gapoktan. Di tahap awal, total ada 44,58 hektare lahan yang sudah siap tanam," kata Dedi.
Baca Juga: KDM Introgasi Pelaku Tabrak Lari Aiptu Asep, Adam Ngaku Kuliah di STT Mandala, Asal Kota Palu
Dari Produksi hingga Penghasilan Pekerja
Program bawang putih di Cianjur menjadi menarik jika dikaitkan dengan pernyataan Prabowo mengenai pengupas bawang.
Sebab, pembangunan industri pangan tidak hanya berkaitan dengan berapa banyak komoditas yang berhasil ditanam. Ada pula persoalan mengenai berapa besar nilai ekonomi yang diterima petani dan pekerja di sepanjang rantai produksi.
Mulai dari petani yang menanam, pekerja yang merawat tanaman, tenaga panen, distribusi hingga pekerja yang melakukan pengolahan dan pengupasan.
Dengan demikian, program penanaman bawang putih di Cianjur dapat menjadi momentum untuk melihat lebih jauh bagaimana komoditas tersebut menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pernyataan Prabowo mengenai upah pengupas bawang Rp700 ribu per kilogram sendiri telah memunculkan banyak reaksi publik.
Sejumlah pemberitaan mencatat masyarakat mempertanyakan besaran nominal tersebut dan membandingkannya dengan upah pekerja pengupas bawang di lapangan.
Baca Juga: Ada Ulat dalam Menu MBG di Cibeber Cianjur, SPPG Cikondang 2 Beri Tanggapan Begini
KDM Punya Peran dalam Pengembangan Bawang Putih
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM juga memiliki peran dalam mendorong pengembangan sektor pertanian di Jawa Barat.
Pengembangan bawang putih membutuhkan dukungan lintas sektor, mulai dari penyediaan lahan, bibit, pendampingan petani hingga pemasaran hasil panen.
Karena itu, keberadaan program di Cianjur tidak cukup hanya diukur dari luas lahan yang ditanami.
Pemerintah daerah perlu memastikan petani mendapatkan manfaat ekonomi setelah komoditas tersebut dipanen.
Baca Juga: Bukan Hanya Sekedar Bumbu Dapur, Inilah Sederet Manfaat Bawang Putih Tunggal Bagi Kesehatan
Bupati Cianjur Dituntut Pastikan Program Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Cianjur juga memiliki posisi penting dalam memastikan gerakan tanam bawang putih tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Bupati Cianjur dapat mendorong penguatan kelompok tani, pendampingan budidaya, akses terhadap bibit berkualitas serta kepastian pasar bagi hasil panen.
Hal ini penting karena target swasembada tidak hanya membutuhkan lahan yang luas, tetapi juga produktivitas dan keberlanjutan produksi.
Di sisi lain, program tersebut dapat menjadi kesempatan untuk menguji apakah peningkatan produksi bawang putih benar-benar mampu menciptakan pendapatan yang lebih baik bagi masyarakat di tingkat bawah.
Target Swasembada Bawang Putih 2029
Gerakan tanam bawang putih di Jawa Barat diarahkan untuk mendukung target swasembada bawang putih nasional pada 2029.
Pada tahap awal, lahan di 14 daerah Jawa Barat ditargetkan menghasilkan sekitar 450 ton bawang putih dalam waktu empat bulan.
Target tersebut membuat Cianjur memiliki posisi strategis dalam pengembangan komoditas bawang putih di Jawa Barat.
Jika program berjalan konsisten, manfaatnya tidak hanya berupa peningkatan produksi, tetapi juga terbukanya lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Dengan demikian, perbincangan mengenai upah pengupas bawang Rp700 ribu seharusnya tidak berhenti pada angka yang disebut dalam pidato.
Persoalan yang lebih penting adalah bagaimana pemerintah memastikan petani dan pekerja yang berada di rantai produksi bawang benar-benar memperoleh penghasilan yang layak dari pertumbuhan sektor tersebut.



