POJOKSATU.id, ACEH— Chiki Fawzi, anak penyanyi Ikang Fauzi, menjadi relawan bersama timnya membantu warga Aceh yang dilanda banjir bandang sejak akhir November lalu.
Menurut Chiki Fawzi, banyak warga Aceh meninggal karena kelaparan karena tak kunjung mendapat bantuan dari pemerintah.
“Banyak yang meninggal bukan hanya karena banjir, tapi karena kelaparan,” ungkap Chiki Fawzi di akun Instagram miliknya seperti dilihat Sabtu (6/12).
Influencer ini meminta pemerintah pusat bergerak lebih cepat lagi memberikan bantuan kepada korban bencana banjir di Aceh.
“Pemerintah pleaseee bergerak lebih cepat secepat mungkin! Kita paham banyak birokrasinya, tapi kitaa bertarung dengan waktu dan nyawa,” tegasnya.
Baca Juga: Mahfud MD Murka! Pejuang Lingkungan Kok Dijadikan Tersangka?Itu Pembelokan!
“Gapai sebanyak-banyaknya titik yang masih terisolasi. Buka akses-akses terputus. Alat-alat berat, dan lain-lain,” jelasnya.
Menurutnya apa yang terlihat di media sosial saat ini hanya 10 persen dari kejadian bencana. Fakta sebenarnya lebih parah dari itu.
“Apa yang terlihat di sosmed hanya 10 persen dari bencana,” jelasnya.
“Pemerintah please lebih cepat. Tetap berisik sampai semua penyintas mendapat bantuan sandang pangan papan,” ujarnya lagi.
Dalam wawancara di salah satu tv nasional, Jumat (5/12), Chiki Fauzi menerangkan bahwa warga terdampak banjir bandang di Aceh dalam kondisi kelaparan.
Baca Juga: Gerindra Pecat Bupati Aceh Selatan, Gubernur Aceh Ternyata Sempat Melarang Jangan Pergi Umroh
“Aku ingat banget. Hampir semuanya itu teriak. Mbak tolong suarakan kami kelaparan. Ada dusun di dalam banget makin tergenang. Sudah tujuh hari tidak ada bantuan sama sekali ke sana. Itu jauh sekali. Kita effort banget berjuang ke sana,” ujarnya.
Dia meminta kepada pemerintah agar bantuannya tolong disegerakan. Karena banyak hal besar yang tidak bisa dikerjakan oleh relawan, seperti membuat sanitasi dan hal lainnya.
“Aku lihat damage-nya itu luar biasa. Jadi akan lama proses recovery-nya. Tolong pemerintah bersamai mereka sampai selesai,” jelasnya.
Korban Banjir 867 Orang
Berdasarkan konferensi pers BNPB, Jumat (5/12/2025) pukul 17.00 WIB, jumlah korban meninggal bertambah banjir dan longsor Sumatera menjadi 867 orang.
Sementara 521 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Selain itu, sedikitnya 4.200 warga mengalami luka-luka, baik luka berat maupun ringan.
"Per hari ini, Jumat, 5 Desember 2025. Upaya pencarian dan pertolongan korban di tiga provinsi terus dilakukan. Alhamdulillah pada hari ini menemukan 31 jenazah, tentu saja ini harus mengucapkan simpati, Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, jumat (5/12/2025).
Rinciannya, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah korban jiwa tertinggi, yakni 345 orang meninggal, sementara 174 warga masih dalam pencarian.
Di Sumatra Utara, korban tewas mencapai 312 jiwa dan 133 orang masih hilang hingga hari ini.
Untuk Sumatera Barat, BNPB mencatat 210 orang korban meninggal dan 214 orang masih dinyatakan hilang.***




