POJOKSATU.ID – Kericuhan besar meledak di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, tadi malam.

Suasana mendadak berubah mencekam setelah terjadi dugaan pengeroyokan terhadap dua mata elang (matel), yang salah satunya dilaporkan tewas.

Insiden itu memicu aksi balasan dari sekelompok massa yang datang dalam jumlah besar dan meluapkan kemarahan dengan membakar kendaraan serta kios milik warga.

Baca Juga: Viral Usai Kasus Kalibata, Seruan Lindungi Debt Collector Muncul, Publik Balik Soroti Cara Penagihan yang Dinilai Tak Manusiawi

Menurut laporan di lapangan, ratusan massa datang bergerombol ke sekitar Jalan TMP Kalibata.

Mereka menyerbu area pertokoan dan warung di pinggir jalan, lalu melakukan perusakan hingga memicu kebakaran.

Beberapa kios yang sehari-hari menjadi tempat usaha warga tampak hangus dilalap api, meninggalkan puing-puing yang berserakan di trotoar.

Baca Juga: Kericuhan Pecah! Diduga Aksi Balasan, Enam Warung Hangus Terbakar di Kalibata

Tidak hanya warung, sejumlah kendaraan roda dua hingga mobil listrik milik pengemudi jasa transportasi online ikut terbakar.

Api menjalar cepat, membuat warga yang tinggal di sekitar lokasi panik dan memilih mengungsi sementara.

Beberapa saksi mata menyebut massa datang dengan nada agresif, bahkan sejumlah orang terlihat membawa benda tajam.

Baca Juga: Geger di PBNU! Ma’ruf Amin Tegas Tolak Penunjukan Zulfa Mustofa, Ada Apa?

Situasi berlangsung tegang selama hampir satu jam sebelum polisi berhasil membubarkan massa.

Kapolres Metro Jakarta Selatan menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan atas rangkaian insiden tersebut, baik pengeroyokan yang menewaskan seorang matel maupun aksi pembakaran yang terjadi setelahnya.

Polisi juga sedang mengidentifikasi pelaku pengeroyokan dan perusakan, termasuk kemungkinan keterlibatan kelompok tertentu yang memicu aksi balasan itu.

Baca Juga: Wali Kota Bekasi Kantongi Izin Terbang ke Tiongkok, Tanpa Bebankan APBD

Sementara itu, warga sekitar mengaku trauma karena kejadian berlangsung sangat cepat dan menimbulkan ketakutan.

Beberapa pedagang kehilangan tempat usaha mereka dalam semalam.

Seorang pemilik kios bercerita bahwa tiba-tiba terdengar suara pecahan kaca, lalu api mulai membesar dari tumpukan barang dagangan di bagian depan tokonya.

Baca Juga: Pelaku Kekerasan di Sekolah Didominasi Siswa, Wamendikdasmen Sorot Peran Komite Sekolah

Dirinya hanya bisa menyelamatkan dokumen penting sebelum api membakar kios miliknya.

Hingga kini, aparat masih menjaga lokasi untuk mencegah aksi susulan.

Jalan di sekitar TMP Kalibata sempat ditutup guna memastikan proses pemadaman dan penyisiran berjalan lancar.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak terpancing provokasi dan menyerahkan penanganan kasus pada pihak berwenang.

Baca Juga: Universitas Indonesia Naik Peringkat di UI GreenMetric 2025, Kokoh sebagai Kampus Paling Berkelanjutan di Asia

Kericuhan ini kembali membuka diskusi soal praktik penagihan hutang dan keberadaan mata elang yang kerap menuai konflik di jalanan.

Namun, polisi menegaskan bahwa main hakim sendiri tidak bisa dibenarkan dan setiap tindakan kriminal akan diproses sesuai hukum.

Situasi Kalibata perlahan pulih, namun bekas amukan massa masih tampak jelas dari bangunan hangus dan kendaraan yang tinggal rangka.

Warga berharap kasus ini segera dituntaskan agar ketegangan tidak kembali terjadi.***