POJOKSATU.id — Rencana menambah jadwal Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di Jakarta menjadi dua hari dalam sepekan masih dalam pembahasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Jika saat ini CFD rutin berlangsung pada Minggu, muncul usulan agar kegiatan tersebut turut dilaksanakan pada Sabtu.

Gagasan itu disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta M Taufik Zoelkifli.

Taufik menyarankan agar penambahan jadwal CFD tidak langsung diberlakukan sebagai kebijakan tetap.

Menurutnya, Pemprov DKI dapat lebih dulu menggelar masa percobaan untuk mengetahui dampak penerapannya.

Baca Juga: 4 Tingkatan Status Gunung Api di Indonesia, dari Normal hingga Awas dan Langkah Mitigasinya

Ia mengusulkan uji coba CFD selama sekitar dua sampai tiga bulan.

Hasil pelaksanaan dalam periode tersebut nantinya dapat digunakan untuk menilai manfaat serta berbagai persoalan yang muncul di lapangan.

“Kalau memang lebih banyak manfaatnya, maka silakan kita terapkan CFD dua hari yaitu Sabtu dan Minggu. Tapi, kalau ternyata kurang tidak terlalu signifikan manfaatnya, maka tentu saja tidak perlu dilanjutkan,” kata Taufik.

Salah satu pertimbangan yang disampaikan Taufik berkaitan dengan kualitas udara.

Penambahan satu hari pelaksanaan CFD dinilai dapat memperluas waktu pembatasan kendaraan bermotor di kawasan tertentu.

Baca Juga: Retorika Seruan Free Palestine Presiden Prabowo akan Dikenang Dunia, Perlu Tindaklanjut Diplomasi

Ia berharap kondisi tersebut dapat membantu menciptakan udara yang lebih baik, terutama karena aktivitas kendaraan bermotor dibatasi selama pelaksanaan CFD.

Selain persoalan lingkungan, CFD tambahan pada Sabtu dinilai dapat memperluas kesempatan warga untuk beraktivitas fisik.

Masyarakat memiliki pilihan waktu yang lebih banyak untuk memanfaatkan ruang publik tanpa dominasi kendaraan bermotor.

Peluang ekonomi bagi pelaku UMKM juga menjadi salah satu manfaat yang diperhitungkan.

Dengan CFD berlangsung dua hari, pelaku usaha berpotensi memperoleh tambahan waktu untuk menjalankan aktivitas perdagangan di lokasi kegiatan.

Meski demikian, rencana tersebut tidak terlepas dari sejumlah konsekuensi.

Baca Juga: Mau Periksa atau Steril Kucing? Cek Jadwal Mobil Klinik Hewan Jakarta Barat dan Tarifnya

Taufik menilai karakteristik hari Sabtu perlu menjadi perhatian karena sebagian masyarakat tetap menjalankan pekerjaan maupun aktivitas lainnya.

Berbeda dengan Minggu yang identik dengan hari libur bagi banyak orang, Sabtu masih menjadi hari kerja bagi sebagian pekerja dan sejumlah kegiatan usaha.

Kondisi itu perlu diperhitungkan karena penyelenggaraan CFD biasanya disertai dengan penutupan atau pembatasan akses kendaraan di ruas jalan tertentu.

“Kalau CFD kan berarti ada ruas-ruas jalan yang tutup,” ujarnya.

Menurut Taufik, rekayasa lalu lintas yang kurang tepat dapat menyebabkan kendaraan yang seharusnya melintas di kawasan CFD berpindah menuju jalan lain.

Apabila volume kendaraan di jalur alternatif meningkat secara signifikan, kepadatan lalu lintas berpotensi terjadi di ruas yang tidak menjadi lokasi CFD.

Baca Juga: Tak Ada Isu Copet, Motif Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City Jelas Karena Sikap Arogan

Dampak terhadap kualitas udara juga perlu diperhatikan.

Taufik mengingatkan agar pembatasan kendaraan di satu kawasan tidak justru menyebabkan konsentrasi kendaraan dan polusi meningkat di lokasi lainnya.

Dengan demikian, penerapan CFD pada Sabtu dan Minggu perlu disertai perencanaan mengenai lokasi serta ruas jalan yang digunakan.

Pemilihan kawasan dinilai penting untuk mengantisipasi dampak terhadap masyarakat yang tetap beraktivitas pada hari Sabtu.

“Jadi perlu dipikirkan perlu dipilih ruas-ruas jalan yang CFD untuk hari Sabtu dan Minggu,” katanya.

Baca Juga: Penggunaan HP di Satuan Pendidikan Kemenag Mulai Dibatasi, Ini Aturan Lengkap untuk Murid, Guru dan Orang Tua

Taufik berharap Pemprov DKI melakukan kajian secara menyeluruh sebelum menentukan ruas jalan yang akan digunakan untuk CFD pada Sabtu.

Hasil uji coba nantinya dapat menjadi dasar evaluasi untuk melihat dampak penambahan jadwal CFD, baik terhadap kualitas udara, aktivitas olahraga masyarakat, peluang UMKM maupun kelancaran lalu lintas di Jakarta.***