POJOKSATU.id, BEKASI - Anggita (36) selamat dari tragedi kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek yang menabrak bagian belakang atau gerbong khusus wanita KRL Commuter Line di Bekasi.

Anggita duduk di dekat kursi prioritas di gerbong khusus wanita saat tragedi itu terjadi pada Senin malam (27/4).

Aditya Subagja, adik Anggita, saat menemani kakaknya menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi mengatakan, Anggita berada di gerbong khusus wanita saat kejadian.

Baca Juga: Menteri PPPA Minta Maaf soal Usul Gerbong KRL Wanita Dipindah ke Tengah

Dia menyebutkan Anggita awalnya hendak memberi kabar kepada keluarga ketika KRL yang ditumpanginya tak kunjung bergerak.

Tiba-tiba, KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL hingga membuat penumpang di dalamnya terpental.

"Yang tadinya dia mau ngabarin suaminya karena keretanya delay, tiba-tiba sebelum dia kirim, keretanya tabrakan dan dia terlempar sama tumpukan orang-orang gitu," kata Adit di RSUD Kota Bekasi, Kamis (30/4/2026).

Adit mengatakan Anggita duduk di kursi prioritas dekat pintu keluar. Anggita sempat terhimpit sebelum akhirnya bisa dievakuasi.

Baca Juga: Sesaat Sebelum Tragedi Maut KRL Bekasi Timur, Gita Mahasiswi BSI Sempat Telepon Ayah Suruh Jemput

"Dekat sama kursi prioritas katanya, jadi dia pas kejadian terhimpit dan pintunya itu otomatis kebuka, lalu dia keluar di situ. Masih bisa keluar," ujarnya.

Anggita sempat dirawat di IGD pada malam kejadian. Saat itu, dia diperbolehkan pulang karena dinilai tidak mengalami luka parah.

"Karena kelihatannya nggak terlalu parah mungkin ya, jadi dipulangkan. Udah gitu pas hari besoknya baru berasa, baru dibawa ke sini lagi buat check up, tadinya mau check up tapi jadinya malah kayak rawat inap," ucapnya.

Adit mengatakan Anggita dirujuk ke dokter spesialis saraf. Menurut dia, ada lebam di tangan, kaki, dan punggung Anggita.***