POJOKSATU.id - VP Public Relations PT KAI Joni Martinus, memastikan akan memberikan kompensasi kepada penumpang atas penundaan keberangkatan atau keterlambatan kereta api penumpang.

Penundaan dan keterlambatan jadwal kereta tersebut imbas kecelakaan kereta api di Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada Jumat 5 Januari 2024 pagi.

Ada empat poin yang ditawarkan PT KAI sebagai kompensasi untuk penumpang tersebut.

Baca Juga: KNKT Investigasi Tabrakan Kereta Api Turangga-KA Bandung Raya, Begini Hasilnya

Pertama, jika penumpang hendak membatalkan perjalanannya di stasiun keberangkatan ataupun di tengah perjalanan karena terjadi rintang jalan tersebut yang menyebabkan penundaan keberangkatan atau keterlambatan kereta api penumpang, maka PT KAI mengembalikan bea tiket sebesar 100 persen di luar bea pesan.

"Kedua, adanya penundaan keberangkatan kereta api di stasiun keberangkatan penumpang selama 1 jam atau lebih dan penumpang bermaksud membatalkan perjalanannya, maka PT KAI mengembalikan bea tiket sebesar 100 persen di luar bea pesan," kata Joni Martinus, Jumat 5 Januari 2024.

Ketiga, jika penumpang bermaksud membatalkan perjalanannya karena menolak untuk menggunakan kereta api dengan rute lain atau memutar,maka PT KAI akan mengembalikan bea tiket sebesar 100 persen di luar bea pesan.

Baca Juga: Kunjungi Korban Kecelakaan Kereta Api, PJ Gubernur Pastikan Biaya Ditanggung PT KAI dan Jasa Raharja

Terakhir, dalam hal stasiun tujuan penumpang menjadi tidak terlewati oleh kereta api dengan rute memutar maka perusahaan sedapat mungkin menyediakan moda angkutan terusan.

"Jika tidak disediakan moda terusannya maka bea tiket dikembalikan 100 persen di luar bea pesan," ujarnya.

Saat ini, KAI telah berhasil mengevakuasi 8 unit gerbong KA Turangga dan 6 unit KRD Baraya.

Baca Juga: Ini 9 Jadwal Kereta yang Dibatalkan Imbas Kecelakaan Kereta Api di Cicalengka, 10 KA Putar Jalur

Sehingga yang masih tersisa di lokasi kejadian yaitu 2 unit lokomotif dan 4 unit gerbong kereta.

Dalam proses evakuasi tersebut, 200 personel dikerahkan yang terdiri dari tim KAI, KAI Commuter, BTP wilayah Jabar Kemenhub, Basarnas, dan Stakeholders terkait lainnya.

KAI juga menggunakan alat berat berupa 1 unit crane, 6 unit dongkrak elektrik, serta peralatan pendukung alat berat lainnya.

"Adapun material yang digunakan dalam proses perbaikan jalur tersebut yaitu 100 buah bantalan rel," tutup Joni.(Nida Khairiyah)***