POJOKSATU.id, DENPASAR—Polresta Denpasar belum menyimpulkan penyebab kematian mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Bali Timothy Anugerah Saputra (22) peristiwa murni bunuh diri.

Hingga Selasa (21/10), polisi sudah memeriksa 19 saksi yang berasal dari keluarga, kampus dan sahabat korban. Namun penyebab korban melompat dari lantai 4 masih diselidiki.

Polisi mengaku mengalami sedikit kendala karena CCTV di lantai empat atau lokasi kejadian tidak berfungsi sejak 2023 alias rusak sejak 2 tahun lalu.

Baca Juga: Polisi Ungkap 15 Menit Sebelum Lompat dari Gedung, Mahasiswa Unud Timothy Anugerah Terlihat Panik


Timothy yang dikenal sebagai aktivis kampus dan mahasiswa berprestasi ini ditemukan tewas usai melompat dari lantai 4 gedung FISIP Unud pada Rabu (15/10) lalu.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, menyampaikan bahwa pihaknya tengah mendalami kasus meninggalnya Timothy.

Polisi belum menyimpulkan peristiwa ini murni bunuh diri. Penyelidikan tengah dilakukan setelah ayah korban Lukas Saputra mengajukan Dumas untuk mencari kebenaran di tengah banyaknya informasi simpang siur yang beredar.

Baca Juga: Akhir Tragis Timothy Mahasiswa Teladan Unud Meninggal Jatuh dari Gedung, Prestasi di Atas Rata-rata

"Komunikasi awal yang didapatkan pihak kepolisian, ibunya ikhlas tidak melaporkan. Tetapi setelah melihat situasi ada keterangan liar, bapaknya meminta kepastian," ujar Kompol Sukadi, Senin (20/10).

Polresta Denpasar belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian korban jatuh dari lantai 4.

"Masih dilakukan penyelidikan pendalaman terkait ada unsur sengaja atau kecelakaan, belum bisa disimpulkan bunuh diri," tegas Kompol Sukadi.

Mengenai isu bullying yang santer beredar di masyarakat, Kompol Sukadi menyatakan kepolisian belum bisa memberikan kepastian.

"Terkait apakah karena bullying, kami belum bisa pastikan. Semua masih proses penyelidikan. Hasil perkembangan seperti apa akan bisa disampaikan," jelasnya.

CCTV Lantai 4 Rusak

Sementara Kapolsek Denpasar Barat Kompol Laksmi Trisnadewi menambahkan, penyelidikan sedikit terkendala karena CCTV di lantai empat lokasi kejadian tidak berfungsi sejak 2023 alias rusak.

Berdasarkan keterangan dari pihak Universitas Udayana, CCTV di lokasi kejadian rusak sejak dua tahun lalu.

Namun, hasil pemeriksaan awal polisi menunjukkan belum ditemukan indikasi korban mengalami perundungan, karena Timothy dikenal sebagai mahasiswa cerdas dan disegani rekan seangkatannya.***