POJOKSATU.id, SEMARANG – Kasus polisi tembak polisi di Polres Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), kini menarik perhatian publik, salah satunya Cawagub Jateng Hendrar Prihadi.
Seperti diketahui, motif pembunuhan yang dilakukan Kabag Ops Polres Solok Selatan AKP Dadang Iskandar kepada Kasat Reskrim AKP Ryanto Ulil Anshar didasari masalah galian C ilegal.
Dirinya melakukan tindak bengis terhadap AKP Ryanto Ulil Anshar tidak lain perkara tambang ilegal galian C di Solok Selatan yang diduga dibeking Dadang Iskandar.
Usut punya usut, kasus tambang ilegal galian C ini juga sempat disinggung oleh Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Tengah (Jateng) Hendrar Prihadi.
Yang mana, cawagub pasangan Andika Perkasa di Jateng ini menuturkan bahwa praktik tambang ilegal tersebut sudah berlangsung sejak lama.
Tidak hanya itu, Hendrar juga menjelaskan bahwa praktik ilegal tersebut tidak hanya terjadi di wilayah atau lokasi Ryanto Ulil meninggal dunia.
Melainkan, wilayah tempat Hendrar mengikuti kontestasi politik di Pilkada 2024 juga mengalami hal yang sama.
Baca Juga: AKP Dadang Iskandar Bukanlah Lulusan Akpol, Sebentar Lagi Pensiun Usianya Sudah 57 Tahun
“Menurut catatan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) yang ada di Mabes Polri ternyata galian C itu 70-80% gak ada izinnya,” ucap Hendrar.
“Kenapa ini tidak dilakukan upaya-upaya untuk menertibkan hal tersebut,” lanjut Hendrar saat debat Pilkada 2024.
Tidak heran, kasus tambang ilegal galian C ini berkaitan erat dengan motif pembunuhan yang dilakukan Dadang terhadap Kasat Reskrim Polres Solok Selatan.
Seperti diketahui, Dadang melakukan tindak kejahatan itu lantaran Ryanto disebut telah mengusik proyek tambang galian c.
Baca Juga: AKP Dadang Iskandar Diduga Berniat Habisi Kapolres Solsel, Berondong Rumah Dinas 7 Tembakan
Dalam hal ini, Ryanto diketahui berhasil menangkap salah seorang tersangka dalam kasus yang diduga berhubungan dengan Dadang.
“Motifnya pelaku tidak terima, karena ada pekerja tambang miliknya ditangkap oleh korban,” jelas Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Dwi Sulistiawan.
Namun hingga kini, pihak kepolisian masih menindaklanjuti kasus tersebut mengenai motif pembunuhan yang sebenarnya.
Sebab, berdasarkan informasi yang beredar banyak publik menduga bahwa Dadang Iskandar terlibat langsung dalam praktik ilegal tersebut. ***



