POJOKSATU.id - Jawa Barat selalu menjadi wilayah kunci dalam pergerakan arus mudik Lebaran.

Hampir seluruh pemudik dari Jakarta dan sekitarnya menuju Jawa Tengah maupun Jawa Timur akan melewati wilayah ini.

Data Kementerian Perhubungan menunjukkan beberapa jalur di Jawa Barat selalu menjadi favorit pemudik setiap tahun.

Baca Juga: Masjid Keramat Banua Halat, Saksi Sejarah dan Kisah Mistis di Tapin

Selain jalur tol utama, sejumlah jalur nasional juga tetap ramai karena menjadi alternatif perjalanan.

Berikut lima jalur mudik di Jawa Barat yang dikenal paling ramai saat musim mudik.

 

Tol Jakarta–Cikampek

Baca Juga: Ziarah Ziarah

Tol Jakarta-Cikampek menjadi pintu utama pemudik keluar dari wilayah Jabodetabek menuju arah timur Pulau Jawa.

Ruas tol ini menghubungkan Jakarta dengan Bekasi, Karawang, hingga Purwakarta sebelum kendaraan melanjutkan perjalanan menuju Tol Cipali.

Pada puncak arus mudik, volume kendaraan di jalur ini sering melonjak tajam sehingga pemerintah kerap menerapkan rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik, DPR Yakin Pemerintah Punya Strategi Jaga BBM Saat Lebaran

Beberapa titik yang kerap mengalami kepadatan antara lain Gerbang Tol Cikampek Utama dan sejumlah rest area.

 

Tol Cikopo–Palimanan (Cipali)

Setelah melewati Cikampek, sebagian besar pemudik akan melanjutkan perjalanan melalui Tol Cipali.

Baca Juga: Masjid Keramat Banua Halat, Saksi Sejarah dan Kisah Mistis di Tapin

Tol sepanjang lebih dari 100 kilometer ini menghubungkan wilayah Cikampek hingga Palimanan, Cirebon.

Jalur ini menjadi akses utama menuju Jawa Tengah melalui jalur tol Trans Jawa.

Rest area di beberapa titik sering dipadati kendaraan, terutama saat puncak arus mudik.

 

Jalur Pantura

Baca Juga: Ziarah Ziarah

Selain tol, jalur Pantai Utara atau Pantura masih menjadi pilihan banyak pemudik, terutama pengguna sepeda motor.

Rute ini melintasi Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu hingga Cirebon. Kepadatan biasanya terjadi di kawasan pasar tradisional, persimpangan jalan, serta area perkotaan.

Meski perjalanan lebih lama dibanding tol, jalur Pantura tetap diminati karena aksesnya yang mudah dan bebas tarif.

 

Jalur Selatan Nagreg

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik, DPR Yakin Pemerintah Punya Strategi Jaga BBM Saat Lebaran

Bagi pemudik yang menuju wilayah Garut, Tasikmalaya, hingga Jawa Tengah bagian selatan, jalur Nagreg menjadi rute yang sering dipilih.

Kawasan Nagreg dikenal sebagai titik pertemuan kendaraan dari Bandung menuju jalur selatan Jawa Barat.

Saat musim mudik, antrean kendaraan kerap terjadi terutama di tanjakan dan tikungan jalur ini.

 

Jalur Limbangan–Malangbong

Baca Juga: Masjid Keramat Banua Halat, Saksi Sejarah dan Kisah Mistis di Tapin

Selain Nagreg, kawasan Limbangan dan Malangbong di Kabupaten Garut juga dikenal sebagai titik padat kendaraan saat arus mudik.

Jalur ini menjadi penghubung utama antara Bandung dan Tasikmalaya. Kondisi jalan yang berkelok serta aktivitas pasar di sekitar jalan kerap memperlambat laju kendaraan.

Karena itu, aparat biasanya melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengurai kepadatan di kawasan tersebut.

Dengan posisi strategisnya sebagai gerbang menuju wilayah timur Pulau Jawa, Jawa Barat hampir selalu menjadi pusat pergerakan arus mudik setiap tahun.

Tidak heran jika sejumlah jalur utama di provinsi ini terus menjadi fokus pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama periode Lebaran.***