POJOKSATU.id, JAKARTA - Mantan Wamenkumham Denny Indrayana membeberkan perbincangan dengan Menkopolhukam Mahfud MD beberapa waktu lalu.
Salah satu yang diungkap dalam pertemuan itu yakni permintaan salah satu ketua umum partai politik (parpol) kepada kandidat calon presiden (capres).
Menurut Denny Indrayana, kandidat capres yang didukung Mahfud MD diminta bayar parpol Rp 5 triliun.
Siapa kandidat capres yang didukung Mahfud MD, apakah Anies Baswedan? Lalu siapa ketum parpol yang meminta 'mahar' Rp 5 triliun?
Denny tak menyebut identitas capres yang didukung Mahfud MD. Ia juga tak menyebut nama ketua umum parpol yang meminta 'mahar' Rp 5 triliun kepada capres jagoan Mahfud.
BACA : Ketum Parpol Jual Partai Rp 5 Triliun ke Capres, Denny Indrayana Sebut Presiden Pilihan Uang
Meskipun begitu, Denny menyebut tokoh tersebut sangat layak dipasangkan dengan Mahfud.
"Bagi saya, kalau sang tokoh fair itu menjadikan Prof. Mahfud cawapresnya, kontestasi akan lebih menarik. Sayangnya Prof. Mahfud punya arus dukungan kuat di masyarakat bawah, tapi tidak terlalu menarik pada level atas partai politik," jelas Denny.
Menurut Denny, tokoh itu tidak menginginkan pimpinan parpol menjadi cawapresnya. Dia hanya menginginkan tiket dari partai agar bisa maju di Pilpres.
"Ketika sang tokoh yang didukung Prof. Mahfud menyatakan tidak memilih seorang pimpinan sebagai cawapres, tapi masih membutuhkan parpolnya sebagai rekan koalisi, sang ketum menyebut angka Rp 5 (lima) triliun sebagai harga jual partainya," jelas Denny.
BACA : Denny Indrayana Ungkap Suap Rp 5 Triliun untuk Ketum Parpol, Tulis Surat Terbuka ke Megawati
Lebih jauh Denny menjelaskan, dalam pertemuannya dengan Mahfud di Melbourne, Australia pada pertengahan Maret lalu, Mahfud membisikkan satu perkara dugaan korupsi yang sedang dilaporkan ke KPK.
Denny juga juga menyinggung hasil perbincangannya dengan Mahfud di rumah dinasnya beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan itu, Denny menyampaikan kepada Mahfud bahwa dia mendukung Anies Baswedan.
"Respon Prof. Mahfud, “Bagus, saya dukung. Pastikan Anies jadi capres ya. Supaya demokrasi kita makin sehat,” jelas Denny, menirukan ucapan Mahfud.
Mahfud mengakui pernah bertemu dengan Denny Indrayana. Ia juga tak menampik terkait obrolan tentang Anies Baswedan.
Bahkan, Mahfud mengaku sempat meminta Denny dan kawan-kawan untuk menjaga Anies Baswedan.
"Memang betul, itu sudah saya jelaskan di Kick Andy Double Check Metro TV 3 bulan lalu, sudah ditonton oleh 2,7 jt orang. Itu bukan berita baru dan bukan rahasia. Saya lah yang menyampaikan ke publik lebih dulu. Yaitu saya minta Denny membantu Anies agar dapat ticket pencapresan," kata Mahfud melalui Twitternya pada Senin, 5 Juni 2023.
"Mengapa? Waktu itu Denny bilang ada upaya menggagalkan pencalonan Anies dan menunda pemilu. Demokrasi terancam. Maka saya bilang, agar demokrasi sehat, Mas Denny jaga Anies agar dapat ticket, jangan pecah dari dalam lalu nuding pemerintah yang mengganjal. Saya yang jaga agar pemilu tak ditunda," tambah Mahfud.
Mahfud mengaku sempat diminta oleh Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu. Namun Mahfud menolak.
"Bulan lalu saya juga meminta presiden PKS Pak Syaechu untuk menjaga pencalonan Anies. Waktu itu Pak Syaechu menjajaki saya untuk jadi cawapresnya Anies. Saya bilang, jangan bawa saya ke sana, kalau mencalonkan saya koalisinya bisa pecah. Sebab 1 parpol koalisinya sudah bilang cawapres harus ketum parpolnya," pungkas Mahfud. (rifky/pojoksatu)



