POJOKSATU.id - Pemerintah memperingatkan calon Jamaah Haji (Calhaj) asal Indonesia yang akan berangkat ke tanah suci pada tahun ini, untuk mewaspadai penularah Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV).
Dijelaskan Dokter Tenaga Kesehatan Haji 2024 Kloter Jakarta, dr. Ngabila Salama, bahwa gejala dari MERS-CoV sama dengan Covid-19 yang menyerang saluran pernapasan.
“Untuk penularan mers cov masih droplet atau melalui percikan dahak pada saat pasien batuk atau bersin,” ujar dr Ngabila Salama, Sabtu (11/5/2024).
Baca Juga: Soroti Pilkada Kota Bekasi, PMPRI Ajak Milenial dan Gen-Z Cerdas Pilih Calon Wali Kota
Ditambahkannya, penularan infeksi virus MERS-CoV saat ini bukan hanya dari manusia ke manusia, tetapi juga dari hewan seperti unta.
“Sebanyak 80% kasus konfirmasi yang dilaporkan di Arab Saudi diakibatkan dari kontak langsung dan tidak langsung dengan unta dromedaris yang terinfeksi di fasilitas pelayanan kesehatan,” tambahnya.
Kemudian, dr Ngabila mengungkapkan MERS-CoV memiliki tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) sekitar 30-40 persen.
“Satu dari tiga orang yang terinfeksi berpotensi meninggal, terutama jika memiliki komorbid berat dan terlambat didiagnosis, sehingga muncul pneumonia hingga gagal ginjal,” tuturnya.
Untuk diketahui, kata dr Ngabila, jumlah kasus MERS-CoV di Indonesia sejak tahun 2013 hingga 2023 sebanyak 575 kasus.
“Sebanyak 568 kasus dengan hasil lab negatif dan 7 kasus tidak dapat diambil spesimennya. Sampai saat ini, belum pernah dilaporkan kasus konfirmasi MERS-CoV di Indonesia,” katanya.
Baca Juga: Gempa dengan kekuatan magnitudo 5,2 mengguncang Lumajang, Jawa Timur
dr. Ngabila juga mengatakan jika pemaparan inkubasi virus MERS ini terjadi selama 5 hingga 6 hari dengan durasi waktu 2 sampai 14 hari.
“Inkubasi adalah waktu dari tubuh terpapar virus sampai muncul gejala yang pertama kali,” tuturnya.
Data Kemenkes RI
Sementara itu, berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia, virus ini pertama kali menyerang manusia di Jordan pada April 2012.
Baca Juga: Harapan BNNK Jayapura pada Keterlibatan Perangkat Kampung dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
Namun, kasus ini pertama kali dilaporkan muncul di Arab Saudi pada September 2012 silam.
Sampai saat ini, kasus MERS berhubungan dengan riwayat perjalanan menuju atau menetap di negara-negara sekitar Semenanjung Arab.
Meski di Indonesia terdapat kasus suspek MERS, namun sampai saat ini belum pernah dilaporkan kasus konfirmasi MERS-CoV di Indonesia.
Baca Juga: Bentrokan Mematikan: Pasukan Israel Disergap oleh Brigade Al-Qassam di Selatan Gaza
Hingga Agustus tahun 2022, terdapat total 2.591 kasus konfirmasi MERS di dunia dengan total kematian sebanyak 894 kasus (CFR: 34,5%). Sebanyak 27 negara di dunia telah melaporkan temuan kasus MERS dengan 12 negara di antaranya termasuk ke dalam wilayah Mediterania Timur.
Cegah MERS
dr Ngabila Salama mengatakan jika para calhaj yang akan mengunjungi tanah suci harus mencegah kontak lansung terhadap hewan unta.
Dan yang paling utama jangan sampai terkena percikan liurnya.
Selain itu, kata dr Ngabila, jangan makan daging unta yang belum matang atau dimasak kurang dari 70 derajat celcius.
Tak lupa, dr. Ngabila juga menjelaskan jika tubuh sudah mengalami gejala seperti nyeri sendi, batuk, pilek, hingga sesak nafas sebaiknya periksakan ke tenaga kesehatan segera. ***




