POJOKSATU.ID – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin mengusulkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home bagi aparatur sipil negara.

Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak, terutama di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Cak Imin menilai kemacetan di kota besar seperti Jakarta menjadi salah satu penyebab pemborosan BBM yang sebenarnya bisa dihindari.

Baca Juga: Jutaan Tanda Tangan Petisi dan Puluhan Truk Protes di HYBE Tak Mampu Kembalikan ENHYPEN OT7, Belift Pastikan Heeseung Tetap Bersolo Karir

Oleh karena itu, ia mengusulkan agar sebagian ASN bekerja dari rumah guna mengurangi mobilitas kendaraan.

“Jakarta macet itu BBM yang terbuang. Sementara kalau perang tidak segera berhenti, harga minyak dunia bisa naik. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan kebijakan ASN WFH,” kata Cak Imin, Minggu (15/3/2026).

Ia menegaskan bahwa usulan tersebut merupakan bentuk upaya untuk melakukan penghematan energi sejak dini, sebelum dampak ekonomi dari konflik global benar-benar terasa di dalam negeri.

Baca Juga: Dana Transfer Dipotong, Pemda Mulai “Irit”: Sewa Mobil Pejabat hingga Perjalanan Dinas Dipangkas

Selain WFH, Cak Imin juga mendorong penghematan energi di lingkungan perkantoran.

Ia bahkan meminta kantor DPP PKB mulai menerapkan langkah efisiensi, seperti mengurangi penggunaan lampu dan pendingin ruangan.

“Hemat listrik juga penting. Kurangi lampu, kurangi AC, semua harus efisiensi agar penggunaan energi tidak berlebihan,” ujarnya.

Baca Juga: VIRAL Pemotor Nyelonong Saat Lampu Merah di Blok M, Langsung Dihantam Mobil yang Sudah Lampu Hijau

Menurutnya, jika harga minyak dunia melonjak akibat konflik internasional, beban subsidi BBM yang harus ditanggung pemerintah akan semakin besar. Kondisi itu tentu berpotensi membebani anggaran negara.

“Kalau harga minyak naik, subsidi akan membengkak dan APBN kita juga ikut terbebani,” jelasnya.

Meski begitu, Cak Imin menyebut pemerintah masih terus memantau perkembangan ekonomi nasional, terutama menjelang momentum Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.

Hingga saat ini, dampak konflik di Timur Tengah terhadap ekonomi domestik disebut belum terlihat signifikan.

Baca Juga: Mengenal ISBI Aceh, Satu-satunya Perguruan Tinggi Seni di Tanah Rencong

Ia berharap daya beli masyarakat tetap terjaga selama periode Lebaran. Cak Imin juga menegaskan bahwa PKB akan mendukung langkah pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam mengambil kebijakan antisipatif demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.***