POJOKSATU.id, JAKARTA — Buya Hamka merupakan sastrawan, wartawan, sekaligus ulama besar Tanah Air yang banyak menghasilkan novel-novel fenomenal.
Saat berusia 4 tahun, Buya Hamka ikut bersama orang tuanya pindah dari Maninjau ke Padang Panjang.
Dia pun memutuskan untuk masuk ke sekolah desa tiga tahun setelahnya sambil mengambil kelas sore di Diniyah School.
Hamka berhenti dari sekolah desa pada tahun 1918 dan masuk ke Thawalib untuk mengemban pendidikan agama.
Di sana, dia hanya tertarik dengan pelajaran arudh yang membahas tentang syair dalam bahasa Arab.
Seiring bertambah dewasa, Hamka sering melakukan perjalanan jauh sendirian. Dia meninggalkan Thawalib saat berusia 16 tahun dan merantau ke Jawa. Satu tahun kemudian, Hamka kembali ke Padang Panjang untuk membesarkan Muhammadiyah.
Hamka ditolak sebagai guru di sekolah milik Muhammadiyah karena kemampuan berbahasa Arabnya dan juga tidak memiliki diploma.
Dia bertekad pergi ke Mekkah untuk belajar bahasa Arab sambil mempelajari sejarah Islam dan sastra secara otodidak.
Kembali dari Mekkah, Hamka merintis karier sebagai wartawan dan menjadi guru agama di Tanah Deli, Sumatera Utara sekarang.
Cita-citanya sebagai ulama dan sastrawan dia capai dengan menerbitkan majalah Pedoman Masyarakat serta karya-karya terbaik lainnya.
Buya Hamka adalah seorang sastrawan, budayawan dan ulama Indonesia yang lahir di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Dikenal sebagai tokoh populer yang memiliki pengaruh cukup besar di Indonesia.
Pernah guru agama di Perkebunan Tebing Tinggi, Medan dan di Padang.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 1975 hingga 1981. Buya Hamka dilantik sebagai Ketua MUI pada tanggal 5 Desember 1975 hingga kematiannya pada tanggal 24 Juli 1981.
Selama hidupnya, Buya Hamka telah berulang kali menciptakan karya-karya yang membahas tentang kajian Islam, budaya hingga sejarah.
Berikut ini beberapa karya yang ditulis Buya Hamka baik novel maupun nonnovel.
- Si Sabariah (1928)
2. Di Bawah Lindungan Ka'bah (1938)
3. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (1938)
4. Merantau ke Deli (1939)
5. Tuan Direktur (1939)
6. Bohong di Dunia (1952)
7. Tafsir al-Azhar (1965)
8. Terusir (2016)
9. Di Tepi Sungai Dajlah (2018)
10. Dari Perbendaharaan Lama (2019)
Biodata Singkat Buya Hamka
Nama lengkap : H Abdul Malik Karim Amrullah
Nama panggilan : Buya Hamka
Tempat Tanggal Lahir : Agam Sumatera Barat 17 Februari 1908
Wafat : 24 Juli 1981 dalam usia 73 tahun di Jakarta
Demikian profil Buya Hamka berisi biodata, perjalanan hidup hingga beberapa karyanya.
(ikror/pojoksatu)




