POJOKSATU.id - Anggapan bahwa Islam membatasi kreativitas seni mendapat pandangan berbeda dari Wakil Ketua Umum MUI, Buya Anwar Abbas.
Dalam ajang MAESTRO SUMMIT 2026 Multaqa Seniman dan Budayawan Muslim se-Indonesia ke-2 serta Rakornas LSBPI-MUI, ia menegaskan bahwa seni memiliki tempat yang dihargai dalam Islam.
Menurut Buya Anwar Abbas, Islam merupakan agama yang selaras dengan fitrah manusia, termasuk kecenderungan manusia terhadap keindahan.
Baca Juga: Pemkab Karawang Siapkan Rp7 Miliar untuk Program LKS Gratis
Karena itu, seni tidak dipandang sebagai sesuatu yang harus dijauhi, melainkan dapat menjadi bagian dari ekspresi yang membawa manfaat.
Ia menjelaskan bahwa keindahan suara, visual, hingga karya sastra merupakan anugerah yang dapat bernilai ibadah apabila diarahkan untuk kebaikan dan dakwah.
"Sesuai dengan prinsip dasar bahwa Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan," ujar Buya Anwar Abbas dalam kesempatan tersebut.
Baca Juga: Top Up Diamond Mobile Legends Anti Ribet dengan Bonus Cashback di GoPay Games
Menurutnya, seni dapat menjadi jembatan untuk membangun peradaban yang lebih beradab selama tetap berada dalam koridor nilai-nilai agama.
Dalam pandangannya, ilmu, agama, dan seni memiliki peran masing-masing dalam kehidupan manusia.
"Dengan ILMU hidup akan lebih mudah, Dengan AGAMA hidup akan menjadi terarah, dan dengan SENI hidup akan menjadi indah," lanjutnya.
Dalam acara tersebut, Buya Anwar Abbas juga mendorong Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) MUI agar lebih aktif mencermati perkembangan karya seni di masyarakat.
Baca Juga: CEO School IPB Bekali Peserta Strategi Bangun Bisnis Agritech Lewat Inovasi dan Kolaborasi
Menurutnya, berbagai bentuk karya seperti lirik lagu, syair, dan ekspresi budaya perlu dikaji secara lebih mendalam melalui sudut pandang nilai-nilai keagamaan.
Langkah tersebut dinilai penting agar perkembangan seni tetap berjalan seiring dengan nilai moral dan spiritual, sekaligus memberikan ruang bagi para seniman muslim untuk terus berkarya.
MAESTRO SUMMIT 2026 menjadi ruang pertemuan bagi para seniman, budayawan, dan tokoh agama untuk memperkuat peran seni dalam kehidupan masyarakat.
Melalui forum ini, seni diharapkan tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mampu menjadi media penyampai pesan kebaikan dan penguat karakter bangsa.
Seni dan nilai keagamaan bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan.
Ketika kreativitas berjalan bersama ilmu dan nilai kebaikan, karya seni dapat menjadi cahaya yang memperindah kehidupan sekaligus membawa pesan positif bagi banyak orang.***




