POJOKSATU.id, PURWAKARTA - Budayawan Butet Kartaredjasa menyindir masyarakat Indonesia akan bersedih jika kelak dipimpin oleh presiden tukang culik. Sindiran tersebut menjurus pada sosok Prabowo Subianto.

Menanggapi hal tersebut Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyebut Prabowo adalah sosok pemimpin yang ikhlas meski kerap mendapat tuduhan melakukan penculikan di masa lalu.

Ia meminta masyarakat menganalisis dengan kacamata pandangan hidup yang terbuka dan objektif. Saat ini orang yang disebut diculik oleh Prabowo semuanya selamat.

"Orang yang tanda kutip diculik oleh Pak Prabowo itu semua selamat, ada. Ada yang jadi anggota DPR, ada yang sudah meninggal karena usia, ada yang jadi pengusaha, banyak, selamat," ucap Kang Dedi.

Jika orang tersebut selamat dan bisa berkarir apakah hal tersebut bisa disebut penculikan atau tidak. Kalaupun ada yang tidak selamat bisa dipastikan itu bukan perbuatan Prabowo Subianto.

"Berarti yang baik itu siapa? Jenderal yang baik itu siapa? Jenderal yang baik ya Pak Prabowo, yang menyelamatkan orang dan kemudian orangnya dimanusiakan sampai hari ini banyak yang jadi pejabat, banyak jadi politisi," ucapnya.

Baca Juga : Sambil Naik Garuda Di Safari Budaya Dedi Mulyadi Menjemput Kemenangan Presiden 08

"Orang yang dianggap diculik malah gabung bikin Gerindra, itu tandanya Pak Prabowo orang baik," lanjut KDM.

Meski kerap mendapat tuduhan tersebut Prabowo tak pernah bercerita atau melakukan bantahan. Ia menerima hal tersebut dan tetap diam seribu bahasa sebagai bentuk kesetiaan pada kesatuan yang harus terjaga integritasnya.

"Anda bayangin, anda bisa gak seperti Pak Prabowo hidupnya? Gak akan kuat, saya saja gak bisa hidup seperti itu pasti ingin balas, tapi Pak Prabowo orang ikhlas menerima," ujarnya.

Kang Dedi Mulyadi kembali menegaskan saat ini diperlukan nalar objektif dalam menelaah sebuah peristiwa. "Semata agar telaah kita tidak tercampur sentimen suka atau tidak suka," pungkas KDM. (Agung / pojoksatu)