POJOKSATU.ID- Sebuah kecelakaan maut terjadi di KM 331 Tol Pekalongan arah Jakarta pada Sabtu (12/4/2025) sekitar pukul 05.40 WIB. Sebuah mobil Honda BR-V yang diketahui melaju melawan arah bertabrakan langsung dengan bus yang mengangkut rombongan suporter Persebaya Surabaya, Bonek. Akibat insiden ini, satu orang dilaporkan meninggal dunia.
Bus tersebut mengangkut sekitar 55 orang Bonek yang sedang dalam perjalanan menuju Jakarta untuk menyaksikan laga BRI Liga 1 antara Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu malam. Koordinator suporter Persebaya, Husain Ghozali alias Cak Cong, membenarkan insiden tersebut.
“Iya benar, kecelakaan terjadi sekitar pukul lima pagi di KM 331 Tol Pekalongan. Lawannya mobil BR-V yang nekat lawan arah,” kata Cak Cong.
Bus PO Fransindo Trans dengan nomor polisi W 7842 UO bertabrakan dengan mobil Honda BR-V berpelat F 1859 MO. Dari hasil pemeriksaan di lokasi, kendaraan BR-V mengalami kerusakan sangat parah di bagian depan kiri, dengan roda nyaris lepas dan bagian mesin tak berbentuk. Sementara bagian depan bus juga ringsek, dengan kaca depan pecah dan sejumlah kursi rusak.
Menurut informasi dari kepolisian dan kesaksian warga, mobil BR-V melaju melawan arus sejauh sekitar 13 kilometer sebelum menabrak bus Bonek. Mobil tersebut diketahui membawa sejumlah kardus berisi rokok ilegal, yang tercecer di lokasi kecelakaan.
Pengemudi BR-V dinyatakan meninggal dunia di tempat akibat benturan keras, sementara seluruh penumpang bus dilaporkan selamat tanpa luka serius. “Kondisi teman-teman aman. Tidak ada korban dari rombongan Bonek,” ujar Cak Cong.
Rekaman detik-detik kecelakaan tersebut juga terekam melalui kamera dashboard kendaraan lain dan viral di media sosial. Video menunjukkan bagaimana BR-V melaju dari arah berlawanan sebelum menghantam bus dengan keras.
Setelah dievakuasi ke GT Bojong, rombongan Bonek kembali melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Mereka berasal dari berbagai daerah, seperti Surabaya, Tuban, Bojonegoro, Mojokerto, hingga Yogyakarta.
Pihak kepolisian saat ini masih menyelidiki motif pengemudi BR-V melawan arah, termasuk dugaan penyelundupan rokok ilegal. Kasus ini juga menyoroti kembali lemahnya pengawasan terhadap kendaraan yang melanggar aturan di jalan tol. ***



