POJOKSATU.id, JAKARTA-- Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) nomor polisi B 7512 FGA yang terlibat kecelakaan maut di kawasan Bukit Surungan, Padang Panjang, Sumbar, ternyata tak memiliki izin operasi.
Hasil pengecekan Kemenhub, bus ALS yang menewaskan 12 orang itu tidak mengantongi izin operasi dan masa uji berkala akan habis pada 14 Mei 2025.
Hal tersebut diungkap Plt Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Ahmad Yani, usai melakukan pengecekan dari aplikasi Mitra Darat.
"Hasil pengecekan, 12 penumpang meninggal dunia dan 25 orang lainnya mengalami luka-luka," katanya.
Kemenhub sudah berkoordinasi dengan Kepolisian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mendalami penyebab kecelakaan tersebut.
Di sisi lain, Kemenhub mengimbau seluruh perusahaan otobus (PO) dan pengemudi untuk memeriksa secara berkala kondisi armada dan melakukan pendaftaran izin angkutan serta rutin melakukan uji berkala kendaraan.
Baca Juga: Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan Bus ALS di Padang Panjang Tewaskan 12 Penumpang
"Di samping itu, diimbau seluruh masyarakat yang menggunakan angkutan umum bus dapat memeriksa kelayakan kendaraan sebelum keberangkatan pada aplikasi Mitra Darat yang dapat diunduh pada smartphone," kata Ahmad Yani.
Korlantas Polri Kirim Tim ke Sumbar
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bakal mengirim tim Traffic Accident Analysis (TAA) untuk mengusut penyebab kecelakaan maut Bus di Padang Panjang, Sumatera Barat.
Tim TAA akan diberangkatkan ke lokasi kecelakaan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Rabu, 7 Mei 2025.
"Korlantas pasti akan backup untuk TAA kemudian Jasa Raharja untuk asuransi. Rencananya hari ini, cuma tidak ada pesawat untuk berangkat, tidak sempat. Jadi besok pagi baru berangkat," jelas Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Brigjen Faizal di Jakarta, Selasa, 6 Mei 2025.
Tak hanya itu, Faizal mengaku dirinya juga telah mengarahkan jajaran Ditlantas Polda Sumatera Barat untuk segera mengevakuasi korban beserta kendaraan, serta mengamankan lokasi kejadian.
"Kami sudah memberikan arahan untuk teman-teman di Padang agar segera dilakukan evakuasi, bawa korban ke rumah sakit, mengevakuasi kendaraan serta memberitahu keluarga korban," kata Faizal. ***




