POJOKSATU.id - Costinel Cosmin (33), buronan kelas kakap asal Rumania, diketahui bersembunyi di Indonesia selama hampir dua tahun dengan memilih Bali sebagai tempat pelariannya.
Pria yang masuk daftar buronan paling dicari di Eropa itu berusaha membaur dan menjalani kehidupan tertutup agar tak menarik perhatian.
Costinel tercatat masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada 14 November 2023.
Baca Juga: Hadiri WEF Davos 2026, Dirut BRI Suarakan UMKM sebagai Motor Keuangan Berkelanjutan Global
Setelah tiba, ia sempat menetap di Jakarta sebelum akhirnya memutuskan pindah ke Bali beberapa bulan kemudian.
Selama di Bali, Costinel bahkan menikah secara siri dengan seorang perempuan warga negara Indonesia.
Langkah itu disebut menjadi bagian dari strategi agar kehidupannya tampak normal dan tidak mencurigakan di mata lingkungan sekitar.
Baca Juga: Mahasiswa UPI Kembangkan Alat Pengering Singkong Tenaga Surya, Jawab Masalah Pascapanen di Desa
Kepala Bagian Jaringan Transnasional Interpol Indonesia (Kabagjatranin) Divhubinter Polri Kombes Pol Ricky Purnama mengungkapkan Costinel sengaja menjaga profil rendah selama dalam pelarian.
“Bahwa yang bersangkutan berusaha untuk tidak terlalu mencolok. Jadi artinya yang berpenghasilan itu justru pasangannya yang bersangkutan yang warga negara Indonesia. Dan ini yang menjadi support system kehidupan dia selama berada di pelarian,” ujar Ricky Purnama, Selasa, 20 Januari 2026.
Ricky menambahkan, sang istri baru mengetahui identitas asli suaminya setelah Costinel ditangkap oleh tim gabungan pada 15 Januari 2026.
Baca Juga: Pendaftaran PPPK KemenHAM 2026 Sudah Ditutup! Ini Tahapan Selanjutnya yang Harus Disiapkan
Fakta tersebut membuat sang istri terkejut karena selama ini tidak mengetahui status Costinel sebagai buronan internasional.
Costinel diketahui terlibat kasus perampokan dan pembunuhan berencana terhadap seorang pengusaha di Rumania pada 4 November 2023.
Atas kejahatan tersebut, Interpol kemudian menetapkannya sebagai buronan paling dicari di kawasan Eropa.
Baca Juga: Baru Sembuh dari RS, Ketua DPRD Karawang Langsung Cek Banjir Buana Asri
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan lintas negara bisa bersembunyi di balik kehidupan yang tampak biasa.
Kewaspadaan dan kerja sama aparat lintas negara menjadi kunci agar pelarian panjang para buronan dunia akhirnya berujung pada keadilan.***




