POJOKSULSEL.com, MAROS - Bupati Maros Chaidir Syam angkat bicara terkait isu mutasi jabatan di jajaran Pemkab Maros, yang disebut akan dilakukannya pada
pekan pertama Februari 2023.
Informasi yang berkembang, Bupati Maros Chaidir Syam akan melakukan pergantian pejabat yang merupakan orang-orang 'titipan' dari pihak lain.
Bupati Maros Chaidir Syam membantah keras isu yang beredar tersebut. Dirinya memastikan mutasi ini dilaksanakan secara proporsional.
"Intinya mutasi ini dilaksanakan secara profesional dan telah dilakukan job fit dan yang menilai ada Panitia Pelaksana (Pansel) dan rekomendasi KASN dan sampai saat ini rekomendasi KASN belum kami terima," katanya, Selasa (31/1/2023).
Bupati Maros Chaidir Syam pun menyesalkan berkembangnya isu yang seakan-akan, para pejabat yang tidak mendukungnya, akan dibersihkan dari jabatan di Pemkab Maros.
"Belum mutasi kok sudah ada isu," tandas Bupati Maros Chaidir Syam.
Dia menjelaskan, sesuai aturan, minimal jabatan setahun baru bisa dilakukan proses mutasi makanya job fit kami lakukan setelah setahun dan mendapatkan rekomendasi KASN.
Mutasi ditentukan berdasarkan hasil evaluasi pejabat eselon II selama setahun.
Proses rotasi jabatan dilakukan setelah memperoleh izin dari KASN.
"Isu miring sengaja dihembuskan oleh orang yang saya anggap mau memecah belah kami. Semua kebijakan di pemerintahan atas keputusan bersama dan sesuai aturan yang berlaku," pungkas Bupati Maros Chaidir Syam. (pojoksulsel)



