POJOKSATU.id - Situasi politik di Lampung Tengah mendadak memanas setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, pada Rabu malam, 10 Desember 2025.
Operasi senyap itu tidak hanya menyeret Ardito, tetapi juga empat orang lain yang saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK, Jakarta.
Penangkapan ini sontak menggegerkan publik, terlebih dilakukan hanya sehari setelah sang bupati menghadiri peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di wilayahnya.
Menurut informasi dari sejumlah sumber penegak hukum, OTT tersebut berkaitan dengan dugaan praktik suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah.
Meski KPK belum mengungkap detail nilai suap maupun jenis proyek yang menjadi sumber masalah, penyidik memastikan bahwa operasi ini merupakan tindak lanjut dari serangkaian proses pengumpulan informasi yang dilakukan sejak pagi hari.
Baca Juga: Bantah Pangkas Anggaran Penanganan Bencana di Sumut, Ini Penjelasan Lengkap Bobby Nasution
Kronologi penangkapan bermula ketika tim penyidik KPK bergerak di beberapa titik di Lampung Tengah dan Jakarta.
Proses permintaan keterangan terhadap sejumlah pihak berlangsung sejak siang hingga malam, sebelum akhirnya Ardito dan empat pihak lain diamankan.
Tanpa pemberitahuan sebelumnya, tim kemudian membawa mereka ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan mendalam.
Baca Juga: Cara Cerdas Gunakan AI, Kampus Manfaatkan untuk Teman Belajar dan Latihan Soft Skill
Sejumlah pegawai pemkab bahkan mengaku tak mengetahui adanya aktivitas penindakan hingga kabar penangkapan beredar luas.
Kedatangan Ardito di Gedung KPK pada Rabu malam menjadi sorotan publik.
Mengenakan topi putih, jaket hitam, dan membawa koper biru, ia muncul di hadapan awak media tanpa menunjukkan ekspresi tegang.
Kepada wartawan, Ardito hanya menjawab singkat bahwa dirinya dalam keadaan sehat dan mengikuti prosedur pemeriksaan sesuai ketentuan hukum.
KPK menegaskan, sesuai prosedur, lembaga memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan.
Baca Juga: Beasiswa Lingling Wiyadharma 2026 Dibuka, Kesempatan Riset 3 Bulan di Universitas Leiden
Penangkapan ini juga membuat publik kembali menyoroti laporan harta kekayaan Ardito.
Dalam laporan terakhir, harta kekayaannya tercatat mencapai sekitar Rp 12,8 miliar.
Meskipun tidak ada korelasi langsung yang disampaikan oleh KPK terkait angka tersebut.
Publik menilai bahwa pemeriksaan menyeluruh bisa membuka banyak hal baru terkait aliran dana dan potensi konflik kepentingan dalam pengelolaan proyek daerah.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Bandung dan Anggota DPRD Ditetapkan Tersangka Korupsi, Kejari Ungkap Modus Proyek
Sementara itu, Partai Golkar sebagai partai tempat Ardito bernaung memberikan pernyataan resmi bahwa mereka menghormati penuh proses hukum yang tengah berjalan.
Golkar menegaskan pentingnya asas praduga tak bersalah dan meminta seluruh pihak menunggu hasil pemeriksaan KPK sebelum mengambil kesimpulan.
Namun, tidak sedikit pihak yang menilai penangkapan ini berpotensi memicu dinamika politik di Lampung Tengah, mengingat posisi bupati memegang peran penting dalam roda pemerintahan.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Bandung dan Anggota DPRD Ditetapkan Tersangka Korupsi, Kejari Ungkap Modus Proyek
Bagi masyarakat Lampung Tengah, OTT ini menimbulkan berbagai reaksi, mulai dari keterkejutan, kekecewaan, hingga spekulasi mengenai proyek mana yang menjadi sumber masalah.
Publik juga mempertanyakan apakah ada oknum lain yang terlibat, mengingat KPK mengamankan lebih dari satu orang.
Hingga artikel ini diturunkan, KPK belum mengumumkan secara resmi detail kasus, barang bukti, maupun status hukum Ardito dan keempat orang lainnya.
Pengumuman diperkirakan akan disampaikan setelah KPK menyelesaikan pemeriksaan awal dan memastikan unsur-unsur pidana yang ditemukan selama OTT.
Masyarakat kini menunggu dengan tegang perkembangan terbaru dari lembaga antirasuah tersebut.
Baca Juga: Beasiswa Lingling Wiyadharma 2026 Dibuka, Kesempatan Riset 3 Bulan di Universitas Leiden
Apa pun hasil penyidikannya nanti, penangkapan ini menjadi pukulan telak bagi pemerintahan daerah Lampung Tengah.
Selain mencoreng citra kepemimpinan daerah, OTT ini juga menunjukkan bahwa praktik korupsi masih membayangi proyek-proyek daerah.
Meski peringatan antikorupsi baru saja digelar sehari sebelumnya.***




