POJOKSATU.ID - Penerima bantuan sosial (bansos) masih banyak yang belum paham mengelola keuangan dengan baik.

Maka dari itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih meminta penyaluran bansos lebih diperketat lagi.

Menurut Endah Subekti, masih banyak penerima bansos yang menggunakan uang batuan tersebut untuk membeli hal lain selain kebutuhan pokok.

Baca Juga: PENGUMUMAN! Lapor Diri PPG Guru Tertentu Tahap 2 akan Ditutup 4 Hari lagi! Segera Siapkan Berkas Sebelum Terlambat!

“Kami sampaikan kepada warga masyarakat khususnya penerima bansos dari pemerintah bahwa kebutuhan pokok manusia adalah sandang, pangan, papan,” ujar Endah usai acara peluncuran bantuan beras bagi warga kurang mampu di Balai Kelurahan Kepek, Kapanewon Saptosari pada Selasa (22/7/2025).

Endah menegaskan agar masyarakat dapat mendisiplinkan diri saat menerima dana bansos.

“Selama masih di-support pangannya dari pemerintah, maka kita harus mendisiplinkan diri,” tambahnya.

Baca Juga: CEK! Daftar Formasi CPNS yang Terbuka Bagi Lulusan Sarjana Pendidikan!

Endah juga tak segan-segan menyentil tentang penerima bansos yang masih membeli rokok maupun skincare.

Maka dari itu, Bupati Gunungkidul itu minta perangkat daerah untuk dipertimbangkan lagi.

“Kepada perangkat daerah kami, bagi penerima bansos yang masih menggunakan uangnya di luar kebutuhan pokok, misalnya maaf masih merokok, membeli skincare dan sebagainya ya kami mohon Pak Lurah mempertimbangkan kembali,” tegasnya.

Baca Juga: Draf RPJMD 2025–2029 Tanpa Gaji PPPK: Pemprov Ungkap Fakta Sebenarnya

Lebih lanjut Endah meminta saat pemerintah melakukan musyawarah untuk benar-benar mendata masyarakat yang kurang mampu.

“Rapat dalam musyawarah dusun atau musyawarah kelurahan bahwa yang bersangkutan ternyata mampu, jadi ukurannya seperti itu,” tambahnya.

Endah menyatakan bahwa untuk keluar dari garis kemiskinan tak hanya dari bantuan pemerintah, tetapi keinginan berubah dari masyarakat sendiri.

Baca Juga: Dari Target 17,3 Juta Penerima, Sebanyak 1,3 Juta Pekerja Gagal Terima BSU Rp 600 Ribu Tahun 2025

“Edukasi untuk kita mau prihatin keluar dari kemiskinan ini memang harus dilakukan dari si warga itu sendiri, bukan tugas dari pemerintah,” tandasnya.

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov

“Karena mengubah nasibnya sendiri dengan hidup hemat saja tidak mau, prihatin saja tidak mau, menabung untuk membawa perubahan derajatnya saja tidak mau, kenapa kita harus memikirkannya, yang lebih membutuhkan masih banyak,” imbuh Endah. ***