POJOKSATU.ID- Buntut rentetan pemeriksaan sejumlah kader banteng. Salah satunya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang bolak balik diperiksa KPK dan Polri, membuat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kesal.

Semoga saja tidak memancing kader banteng bertindak anarkis kepada rezim Joko Widodo atau (Jokowi).

Analis politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menilai pernyataan yang disampaikan Megawati di acara Mukernas Partai Perindo menyiratkan bahwa putri Bung Karno itu sedang ditekan oleh penguasa lewat orang-orang kepercayaannya.

Diharapkan Megawati mampu meredam amarah kader banteng dan membawa tekanan ke jalur hukum.

Baca Juga: Nama-Nama 42 Paskibraka Kota Medan Tahun 2024

"Dan (Megawati) sudah melakukannya saat mendapat tekanan berat rezim Orde Baru," kata Jamiluddin kepada wartawan, Kamis (1/8).

Pengalaman berhasil menekuk penguasa Orde Baru lewat jalur hukum, diharapkan tekanan yang saat ini terjadi mampu dilalui Mea dengan langkah yang sama tanpa adanya tindakan anarkis dari kader banteng.

"Karena itu, Megawati diyakin akan tetap taat asas pada rambu-rambu hukum dalam melindungi kadernya dari berbagai tekanan. Selamat berjuang Mbak Megawati," tutupnya.

Di acara Mukernas Perindo dua hari lalu, Senin (30/7), Megawati menyoroti praktik hukum di Indonesia.

"Kan sekarang kan gitu, ditarget, ditarget, ditarget, gitu kan. Betul nggak?" ujar Megawati yang dijawab 'Betul' oleh kader-kader Perindo.

Baca Juga: Sudah Ketok Palu, DPRD Kota Bandung Setujui 4 Raperda, Diantaranya Tentang Penataan PKL dan Pengawasan Minol

Megawati tahu sebenarnya yang menjadi sasran utama adalah dirinya. Namun karena tidak ada yang berani Megawati mengatakan orang-orang di sekitarnya yang diambil. Dia pun meminta kepada kadernya untuk bersabar dalam menghadapi masalah ini.

"Mau ngambil saya pada enggak berani. Yang jadi sasarannya di sekeliling saya," ucap Megawati Soekarnoputri. ***