POJOKSATU.id, TANGSEL -- Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Tangerang Selatan menangkap lima pelaku pengeroyokan terhadap penagih utang (debt collector) di Rawabuntu, Serpong, Tangerang Selatan.
Pengeroyokan yang dialami Bobby Paliama terjadi Rabu (5/4/2023) di Sekitar Stasiun Rawabuntu, Sepong, Tangerang Selatan. Dan berbuntut ratusan debt collector geruduk Polres Tangsel.
"Hingga saat ini sudah 5 orang pelaku yang diamankan ke Polres Tangsel yang diduga melakukan kekerasan fisik terhadap korban," kata Kasat Reskrim Polres Kota Tangerang Selatan Ajun Komisaris Aldo Primananda, Sabtu (8/4/2023).
Masing-masing kelima pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu diduga ikut mengeroyok Bobby. Kelimanya kini ditahan di Polres Tangsel sambil dilanjutkan pemeriksaan oleh penyidik.
Baca Juga :
Tak Terima Rekannya Dikeroyok Usai Tarik Mobil Tunggakan, Ratusan Massa Debt Collector Geruduk Polres Tangsel
"Peran mereka di antaranya ada yang mengeroyok dan memprovokasi. Saat ini masih diperiksa oleh penyidik," imbuhnya.
Seperti diketahui, imbas penganiayaan tersebut membuat ratusan massa debt collector menggeruduk Markas Polres Tangsel pada Kamis (6/5/2023) dini hari kemarin.
Rekan seprofesi itu menuntut polisi agar menangkap para pelaku pengeroyokan Bobby Paliama.
Tak hanya itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto juga sempat datang ke Polres Metro Tangerang Selatan untuk menenangkan massa.
Merespons hal ini, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Faisal Febrianto membenarkan peristiwa tersebut terjadi di dekat Stasiun Rawa Buntu, Serpong.
Faisal memastikan akan menangkap pelaku-pelaku yang turut serta mengeroyok debt collector tersebut. Kepolisian juga sudah berdiskusi dengan massa agar tetap tenang dan tak terprovokasi.
“Tadi kita sudah berdiskusi dengan bapak Kapolda, intinya kami menjamin menangkap semua pelaku,” kata Faisal.
Saat ini polisi juga telah menangkap dua pelaku dalam pengeroyokan itu. Untuk itu, Faisal meminta waktu untuk mengusut tutas aksi pemukulan tersebut yang diduga dilakukan ormas di Tangerang Selatan.
“Kasih kita waktu secepatnya kita akan tangkap. Bisa kembali, kalau sudah tertangkap kita kasih tahu,” tutupnya. (fandi/pojoksatu)




