POJOKSATU.ID - Baru-baru ini, Angkatan Muda Partai Golkar melaporkan sejumlah akun medsos yang sering membuat meme Bahlil Lahadalia.
Laporan tersebut diserahkan ke Polda Metro Jaya pada hari Senin, 20 Oktober 2025 oleh Angkatan Muda Partai Golkar.
Sebelum membuat laporan, Sayap Partai Golkar ini telah melakukan somasi terhadap akun-akun pembuat meme Bahlil.
Bukan hanya pembuat, mereka yang menyebarkan turut dilaporkan karena dianggap memuat narasi provokatif untuk memancing amarah publik.
Meme Bahlil yang beredar dinilai bukan untuk mengkritik kebijakan, tapi menyerang ranah pribadi hingga menimbulkan kebencian publik pada sosok Ketua Umum Golkar.
"Kami tidak menutup kemungkinan semua akun yang mengunggah, mem-posting, atau me-repost konten-konten serupa juga akan kami sisir," kata Wakil Ketua Umum AMPG, Sedek Bahta.
Laporan ke Polda Metro Jaya yang dilakukan sejumlah kader Golkar ini ternyata tak diketahui oleh Bahlil.
"Saya ngga tahu, nanti cek saja di sana ya,” ungkap Bahlil, usai acara tasyakuran HUT ke-61 Partai Golkar di Jakarta Barat, Senin, 20 Oktober 2025.
Sementara itu, pemberitaan tentang pelaporan ini sempat viral di media sosial dan jadi perbincangan hangat.
Bukannya takut, netizen justru malah makin kreatif menyebarkan dan membuat meme Bahlil.
Dalam pantauan di akun TikTok Partai Golkar, unggahan paling atas dipenuhi oleh komentar netizen yang memuat meme Bahlil.
Ada lebih dari 20 meme Bahlil yang ada di kolom komentar unggahan tersebut, semuanya berbeda-beda sesuai dengan kreativitas netizen.
Baca Juga: UIKA Bogor Raih Akreditasi Unggul dari LLDIKTI IV, Tegaskan Kampus Islam Berdampak
Dari banyaknya meme Bahlil, ternyata ada netizen yang memuat gampar sejumlah orang di penjara.
Hal tersebut mungkin untuk menakuti netizen yang mengunggah meme tersebut, tapi ternyata justru malah makin banyak.
Unggahan tersebut sudah dilihat oleh lebih dari 2 juta penonton dan dikomentari lebih dari 11 ribu netizen, yang sebagiannya berkomentar menggunakan meme Bahlil dan gambar lainnya.
Seorang netizen mempertanyakan admin medsos Partai Golkar yang sebenarnya bisa saja menghapus meme tersebut atau membatasi, bahkan menutup kolom komentar.
"Kemungkinannya admin butuh hiburan juga, adminnya humoris, admin merasa sesuai fakta, admin kolektor meme lucu," tulis @xyzhr.***




