POJOKSATU.ID – Kasus rudapaksa yang dilakukan pemuda penyandang disabilitas Agus Buntung (21) kian memanas.
Seperti diketahui sebelumnya, Agus Buntung mengaku tidak melakukan tindak asusila terhadap puluhan korban di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kendati demikian, hal tersebut justru terbantahkan usai videonya melakukan upaya bejat tersebut beredar luas di media sosial.
Terlebih, Agus Buntung ternyata punya tabiat sering menggoda wanita tidak dikenal dengan melakukan pelecehan seksual berupa catcalling.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Instagram milik @fakta.indo pada Senin (9/12/2024).
Baca Juga: Rencana Kenaikan PPN 12 Persen, Kebijakan Ekonomi yang Berpotensi Jadi Blunder
Dalam unggahannya, Agus terlihat jelas melakukan pelecehan terhadap salah seorang wanita tidak dikenal.
Yang mana, dirinya terekam jelas tengah melakukan bentuk pelecehan verbal dengan cara catcalling saat sedang mengendarai sepeda motor.
Diketahui, korban rudapaksa pemuda disabilitas tersebut disinyalir mencapai 15 korban dengan beragam usia.
Berdasarkan informasi beredar, tiga diantara korban Agus tidak lain masih duduk di bangku sekolah.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua Komisi Disabilitas Daerah (KDD) NTB, Joko Jumadi terkait tindak bengis Agus.
Baca Juga: Tampang Pelaku Pembunuhan Bocah Perempuan di Pemalang, Ternyata Kesal Cintanya Ditolak Kakak Korban
“Jumlah korban kini bertambah menjadi 15 orang, termasuk tiga anak di bawah umur, dengan salah satu korban diketahui adalah siswa SMP,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Agus juga disebut telah melakukan rangkaian modus kepada korban untuk melancarkan tindak asusila.
Salah satu modus yang dilakukan pemuda disabilitas ini ialah dengan cara mengancam korban melalui kelemahannya.
Yang mana, Agus melakukan hal tersebut untuk mencari tahu titik lemah korban melalui percakapan yang dibangunnya.
“Modusnya dimulai dengan menggali informasi pribadi korban melalui percakapan, lalu memanfaatkannya untuk ancaman atau manipulasi,” jelas di-caption.
Usai mendapatkan informasi, dirinya sontak mengajak para korban tersebut untuk melakukan penghapusan dosa dengan cara mandi suci.
Baca Juga: Gadis Belia Dibunuh Jasadnya Dimasukan Karung, Pelaku dan Korban Ternyata Tetanggaan
Sebab, Agus menyebutkan bahwa penghapusan dosa ini berlaku bagi para korban yang memiliki masa lalu yang kelam.
Namun, penghapusan dosa dengan mandi suci ini justru dimanfaatkan Agus untuk melakukan tindak asusila.
Hal ini diungkapkan melalui keterangan pendamping salah satu korban, Andre Safutra terkait tindak kejahatan Agus.
“Agus juga menggunakan trik ritual mandi suci yang diklaim dapat membersihkan dosa akibat hubungan seksual di masa lalu,” jelasnya.
“Ritual ini dijadikan alat untuk mendapatkan kepercayaan korban sebelum tindakan asusila dilakukan,” lanjutnya. ***



