POJOKSATU.ID – Kasus Aparatur Sipil Negara (ASN) Rizkil Watoni belum lama ini kian menarik perhatian publik.

Seperti diketahui, hal ini terjadi usai Rizkil Watoni dikabarkan telah meninggal dunia dengan cara bunuh diri.

Yang mana, dirinya dikabarkan tewas usai gantung diri lantaran diduga depresi diperas oknum polisi Polsek Kayangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca Juga: Siapa Rizkil Watoni? ASN asal Lombok Utara Tewas Bunuh Diri Usai Diduga Diperas Oknum Polisi Dikenal Tulang Punggung Keluarga

Berdasarkan informasi dihimpun, Rizkil Watoni yang disebut depresi ini dikarenakan dipaksa ngaku sebagai maling sebuah ponsel milik karyawan minimarket.

Sebagaimana yang dikutip Pojoksatu.id dari portal media lombokpost.jawapos.com pada Kamis (20/3/2025).

Dalam artikelnya, Nasrudin selaku orang tua Rizkil turut menanggapi langsung kasus kematian anaknya.

Baca Juga: Pemprov Sumut Ikut Rakor dengan Mendagri, Bahas Percepatan Pengangkatan CPNS dan PPPK 2024

Yang mana, Nasrudin mengonfirmasi bahwa anak kebanggannya itu dipaksa mengaku sebagai pelaku pencurian.

“Saya disuruh ngaku maling, baru selesai masalah,” ucap Nasrudin menirukan Rizkil sebelum dinyatakan tewas.

Diketahui, insiden ini bermula ketika Rizkil sedang berbelanja di sebuah minimarket Alfamart pada Jumat (7/3/2025).

Baca Juga: Sosok Rizkil Watoni, ASN asal Lombok Utara Tewas Bunuh Diri Usai Diduga Diperas Oknum Polisi Hingga Puluhan Juta

Yang mana, ASN asal Lombok Utara itu tanpa tidak sadar mengambil sebuah ponsel milik salah satu karyawan minimarket.

Bukan tanpa sebab, Rizkil mengambil ponsel tersebut lantaran dirinya mengira bahwa itu merupakan miliknya.

Sebab, dari jenis hingga warna ponsel yang diambil dari minimarket itu sangat identik dengan milik Rizkil.

Baca Juga: Aspirasi Warga Tak Didengar, RUU TNI Kini Sudah Sah Sebagai Undang undang, Berikut Perubahannya

“Saat itu korban baru pulang kerja dan mampir di Alfamart. Dia ini punya dua Hp (Handphone),” jelas Nasrudin.

“Dan saat berbelanja dengan spontan mengambil HP di meja kasir karena HP itu mirip dengan HP miliknya,” lanjutnya.

Tidak heran, pihak karyawan yang mengetahui hal ini sontak melaporkan Rizkil ke aparat kepolisian.

Baca Juga: Kronologi Kasus Rizkil Watoni, ASN di Lombok Utara Dikabarkan Bunuh Diri Diduga Gegara Depresi Diperas Oknum Polisi

“Dikarenakan, tampak jelas ASN asal Kayangan itu terbukti mengambil ponsel milik karyawan melalui rekaman CCTV minimarket,” jelas dikutip dari portal Pojoksatu.id.

Alhasil, Rizkil sontak diamankan aparat Polsek Kayangan untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Tidak berlangsung lama, kasus tersebut telah berakhir damai usai kedua belah pihak telah melakukan mediasi pada Sabtu (8/3/2025).

Baca Juga: Tolak Revisi UU TNI, Hari Ini Sejumlah Mahasiswa Demo di Gedung DPR, Polisi Perketat Keamanan

Diketahui, ASN asal Lombok Utara ini juga memberikan uang sebesar Rp2 juta kepada pemilik ponsel dalam kesepakatan damai tersebut.

Usut punya usut, kasus dugaan pencurian ponsel milik karyawan minimarket ini ternyata tidak berakhir begitu saja.

Sebab, Rizkil berulang kali mendapat intimidasi dan pemerasan dari oknum polisi yang bertugas di Polsek Kayangan.

Baca Juga: ALHAMDULILLAH Bapaknya Datang Pas Buka, ILUSTRASI ASLI di Kaleng Khong Guan TERUNGKAP, Ditiru SEBAGIAN, Aslinya MAKAN ROTI, Siapa Layak Dapat ROYALTI

Dalam praktiknya, oknum polisi itu disebut menyuruh paksa agar Rizkil mengakui perbuataannya telah melakukan tindak kriminal. ***