POJOKSATU.ID – Baru-baru ini beredar rekaman yang memperlihatkan diduga sosok Rheza Sendy Pratama (21), mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta (Jogja).
Yang mana, dalam rekaman tersebut, Rheza Sendy Pratama tampak diangkut dengan cara diseret oleh sejumlah aparat.
Seperti yang diketahui, mahasiswa Amikom Jogja itu dikabarkan telah meninggal dunia saat ikut aksi demo.
Baca Juga: Daftar Barang Pribadi Ahmad Sahroni Ikut Dijarah Mulai Foto Keluarga hingga Celana Dalam Bermerek
Berdasarkan informasi dihimpun, Rheza Sendy Pratama berakhir tewas usai jadi korban penganiayaan oknum polisi.
Tidak heran, rekaman yang memperlihatkan Rheza diseret sejumlah aparat dinilai publik memperkuat dugaan bahwa dirinya berakhir usai jadi korban pengeroyokan.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @tae_dolliesh pada Senin (1/9/2025).
Baca Juga: Kondisi Rheza Sendy Pratama yang Tewas Diduga Dianiaya Oknum Polisi: Penuh Luka dan Leher Patah
Dalam unggahannya, terekam jelas dalam video amatir memperlihatkan sosok diduga Rheza tengah diseret sejumlah aparat.
“Eh, kamu kalo gak bangun makin parah loh, bangun hei,” ujar salah satu petugas dalam rekaman.
Perlu diketahui, insiden ini bermula ketika Rheza mengikutsertakan dirinya untuk andil dalam aksi demo di Polda DIY pada Minggu (1/9/2025).
Baca Juga: Meski Ditolak Keluarga, Polda DIY Terbuka Lakukan Penyelidikan Kasus Kematian Rheza Sendy Pratama
Namun, hal mengenaskan justru terjadi di saat situasi dan kondisi mulai tidak lagi kondusif dengan kebrutalan massa aksi.
Menyikapi hal ini, aparat yang bertugas mengamankan markas Polda DIY terpaksa pukul mundur massa dengan gas air mata.
Tidak heran, massa aksi yang awalnya tanpa ragu melancarkan serangan ke markas langsung kabur menyelamatkan diri.
Baca Juga: Bikers Honda Ramaikan Trabas Merdeka 22 di Kuningan, Rayakan 30 Tahun TRABAS
Tetapi, pelarian itu tidak berlaku bagi Rheza, sebab sepeda motor yang dikendarainya mendadak mati.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh BEM sekawasan DIY melalui unggahan akun Instagram @forumbemdiy.
“Rheza turut hadir sebagai bagian dari barisan perjuangan mahasiswi,” jelas cuitan BEM sekawasan DIY.
Baca Juga: Lowongan Script dan Content Writer Jakarta Barat! Gaji Menarik & Fresh Graduate Dipersilakan Melamar
“Di tengah situasi kacau, motor yang ditungganginya mati ketika hendak berbalik arah,” lanjut penjelasannya.
Alhasil, Rheza yang hendak melarikan diri bersama temannya terkena gas air mata hingga terjatuh ke jalan.
Kendati demikian, temannya yang awalnya dibonceng berhasil melarikan diri dari kejaran aparat Polda DIY.
Baca Juga: Telkom Luncurkan AI Center of Excellence: Percepat Adopsi AI dan Bangun Ekosistem Digital Nasional
Sedangkan, Rheza yang terkena gas air mata itu diketahui tidak berdaya untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
Menurut pengakuan BEM, mahasiswa Amikom Jogja yang terjatuh itu langsung disambut sejumlah oknum berseragam.
“Tiba-tiba aparat menembakkan gas air mata, membuat Rheza terjatuh. Rekannya yang dibonceng berhasil lari menyelamatkan diri,” terangnya.
Baca Juga: Mudaratnya Penggunaan Influencer oleh Pemeritahan Prabowo, Boros Anggaran dan Minim Transparansi
“Namun Rheza yang tergeletak justru dihampiri oleh polisi-polisi hingga nyawanya tak lagi tertolong,” lanjutnya.
Berdasarkan pengakuan ayah korban, Yoyon Surono, anaknya mendapatkan sekujur luka lebam di bagian tubuh.
Tidak hanya itu, kondisi leher mahasiswa Amikom Jogja itu disebut Yoyon juga mengalami patah tulang.
“Ketika saya sampai di rumah sakit, dia sudah terbujur kaku,” ujarnya yang dikutip dari portal Pojoksatu.id.
“Lehernya patah, perut penuh bekas pijakan sepatu, kepala agak bocor, dan banyak sayatan di tubuhnya,” lanjutnya.
“Untuk punggung, kaki, dan tangan juga lecet-lecet. Ada bekas putih dari gas air mata,” imbuh Yoyon. ***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Versi Android/ Versi iOS
Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:
Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov



